PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN

DI NEGARA REPUBLIK ISLAM IRAN DAN ISRAEL

 Oleh: Ismail

A.      PENDAHULUAN

Dalam tulisan singkat ini, akan penulis deskripsikan perbandingan system pendidikan di dua Negara yaitu Iran dan Israel. Dari perbandingan pendidikan ini, diharapkan dapat memperluas wawasan makro pendidikan kita, yang selanjutnya menjadi pengetahuan yang penting bagi upaya memajukan pendidikan nasional kita.

Wilayah Negara Iran masuk dalam kategori Negara-negara timur tengah yang memiliki luas wilayah 1.648.195 kilometer persegi. Iran berpenduduk kurang lebih 65.179.752 jiwa (World Al Manac, 2000), 60%  adalah penduduk kota, dengan distribusi umur: dibawah 15 tahun 35,9 %, dan diatas 65 tahun 4,5 %. Tingkat kemampuan tulis baca penduduk (Literacy) pada tahun 1997 adalah 79 %. Penduduk Iran terdiri dari etnis Persia 51%, Azerbaijani 24%, dan Kurdi 7  % dengan 4 bahasa utama, yaitu bahasa Persia (resmi), bahasa Turki, bahasa Kurdi, dan bahasa Luri. Penduduk Iran bergama Islam dengan 2 mazhab utama, yaitu muslim Si’ah (89%) dan muslim Sunni (10%). Tingkat ekonomi pada tahun 2006 di Negara ini tergolong menengah ke bawah pada tahun 2004 sebesar   US$ 2439.  Negara ini menempati peringkat HDI ke 96 dari 177 negara. Dan  EDI ke 86 dari 125 negara.

Sedangkan Israel adalah sebuah negara yang secara geografis berada di barat Asia yang terletak di tenggara tepi Laut Mediterania. Israel berbatasan dengan Mesir di sebelah barat,  Syria dan Yordania di sebelah timur, serta Lebanon di sebelah utara. Ia adalah satu-satunya Negara Yahudi di dunia yang menganut system demokrasi parlementer. Luas wilayahnya mencapai 20.770 km persegi dengan Yerusalem sebagai ibukota Israel dengan jumlah penduduk kurang lebih 7.353.985 (2010). Israel merupakan rumah bagi imigran dari lebih tujuh puluh negara, termasuk Argentina, Mesir, Etiopia, Perancis, India, Iran, Meksiko, Maroko, Rusia dan Amerika Serikat. Meskipun Israel adalah negara Yahudi namun juga mempromosikan kebebasan beragama dan penduduk boleh beribadah sesuai iman mereka. Tiga agama besar meliputi Yudaisme, Islam dan Nasrani. Israel dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki tingkat pendidikan tertinggi di dunia, dengan jumlah engineer, peneliti dan penyandang gelar Ph.D./Doktor tertinggi perkapita (135 per 10.000). Israel memiliki perusahaan perusahaan baru dalam jumlah besar dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia (3.500 perusahaan kebanyakan dalam bidang teknologi tinggi). Israel adalah satu-satunya negara di dunia yang secara simultan menjalankan perjanjian perdagangan bebas dengan AS, Meksiko dan Kanada, Uni Eropa dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa. Tingkat ekonomi Israel mencapai $100 miliar, lebih besar dibandingkan dengan gabungan oleh negara-negara tetangganya. Dalam hal produk domestik bruto, ekonomi negara ini menduduki peringkat ke-44 di dunia. Israel memiliki peringkat Indeks Pembangunan Manusia , kebebasan pers, dan daya saing ekonomi yang tertinggi dibandingkan dengan negara-negara Arab di sekitarnya. Israel juga memiliki angka melek huruf  (literacy) tertinggi di seluruh Asia Barat daya.

Pada tulisan ini paparan pertama tentang system pendidikan di Iran, dan paparan kedua mendeskripsikan system pendidikan di Israel.

 

B.       SISTEM PENDIDIKAN DI REPUBLIK ISLAM IRAN

 

Secara historis, setelah revolusi Islam Iran tahun 1979, sistem pendidikan Iran mengalami perubahan yang sangat mendasar, dan semua upaya pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan prinsip-prinsip islam. Prioritas harus diletakkan pada terjaminnya usaha membesarkan anak-anak dan generasi muda sehingga menjadi muslim yang konsekuen dan punya komitmen yang tinggi terhadap agama Islam. Upaya-upaya pendidikan juga harus diarahkan pada penggunaan al-quran, tradisi Islam, dan konstitusi Republik Islam Iran sebagai dasar dalam merumuskan tujuan dan sasaran pendidikan.

Pada tahap awal, pemerintah Republik Islam Iran berusaha membuka peluang sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat untuk bisa mengenyam pendidikan formal, dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Pasal 30 UUD Republik Islam Iran menyatakan, “Pemerintah berkewajiban menyediakan pendidikan dan pengajaran gratis bagi seluruh rakyat hingga akhir tingkat pendidikan menengah dan mengembangkan pendidikan tinggi secara gratis pula hingga semampunya”.

 

1.      Tujuan Pendidikan

Menurut dokumen yang disetujui oleh supreme council of education (Dewan Tertinggi Pendidikan) pada 1998, bahwa tujuan utama pendidikan adalah meningkatkan produktivitas, mencapai integrasi sosial dan nasional, mengelola nilai-nilai sosial, moral dan spiritual dengan penekanan utama pada memperkuat dan mendorong keimanan terhadap Islam. Rumusan tujuan yang disetujui Dewan juga menekankan peran pendidikan pada pengembangan sumberdaya manusia untuk peningkatan ekonomi, sehingga pendidikan dipandang sebagai investasi masa depan.

 

2.      Anggaran Pendidikan

Anggaran kementrian pendidikan pada tahun 1996 adalah 6.130 miliyar riyal (RI), merupakan 3,8% dari anggaran belanja Negara. Anggaran yang disetujui adalah RI 5.455,6 milyar riyal, tetapi untuk menyediakan dana talangan bagi kementrian pendidikan, telah dialokasikan dan anggaran pendidikan bertambah menjadi RI 6.130 milyar riyal. Selain itu, untuk meningkatkan anggaran, beberapa kesepakatan telah disetujui selama dua tahun terakhir untuk memberikan sumber dana baru bagi kementerian pendidikan. Pada tahun 2003, total pembiayaan pendidikan (termasuk pendidikan dasar hingga pra universitas) berjumlah RI 39, 880 miliyar riyal atau 12% dari total anggaran belanja Negara.

3.      Kebijakan Pemerintah

Sistem sekolah berada di bawah yurisdiksi Kementerian Pendidikan dan Pelatihan. Selain sekolah, kementerian ini juga memiliki tanggung jawab untuk beberapa pelatihan guru dan beberapa lembaga teknis. Departemen Pendidikan mempekerjakan jumlah tertinggi pegawai negeri sipil 42%  dari jumlah total pegawai dan menerima 21%  dari anggaran nasional. Pada tahun akademik 1990-1991, sebanyak 15.018.903 siswa telah bersekolah dengan 87.024 kelas di seluruh negeri. Dengan rincian sebagai berikut: 509 sekolah untuk anak-anak cacat, 3.586 TK, 59.280 Sekolah Dasar, 15.580 Sekolah Menengah Pertama, 4.515 Sekolah Menengah Atas, 380 Sekolah Teknik, 405 Studi Bisnis dan sekolah-sekolah kejuruan, 64 Sekolah Pertanian, 238 kota dan 182 guru sekolah dasar pedesaan ‘akademi pelatihan, tujuh kejuruan dan profesional latihan guru dan 19 lembaga perguruan tinggi teknologi. Ada juga 2.259 sekolah-sekolah pendidikan orang dewasa.

4.      Pendidikan Pra- Sekolah

Pendidikan sebelum sekolah dasar ditempuh 1 tahun dan melayani anak usia 5 tahun. Pendidikan sebelum sekolah dasar tidak wajib. Tidak ada ujian pada akhir sekolah  ini dan anak-anak secara otomatis melanjutkan ke pendidikan berikutnya.

5.      Pendidikan dasar

Sekolah Dasar adalah pendidikan formal tahap pertama dan hukumnya wajib. Sekolah Dasar ditempuh selama 5 tahun dan usia masuk sekolah dasar adalah 6 tahun. Para siswa mengikuti ujian akhir pada tingkat ke lima, dan apabila lulus mereka mendapatkan ijazah tamat sekolah dasar.

6.      Pendidikan Menengah

Pendidikan menengah terdiri dari dua tahapan, sekolah menengah rendah dan sekolah menengah tinggi. Sekolah menengah rendah ditempuh selama 3 tahun (kelompok usia 11- 13 tahun). Pendidikan delapan tahun yang terdiri dari sekolah dasar dan sekolah menengah rendah dikategorikan sebagai pendidikan dasar. Program 3 tahun sekolah menengah tinggi adalah untuk para siswa yang telah lulus dari sekolah menengah rendah. Mata pelajaran yang ditawarkan pada sekolah menengah tinggi dapat diklasifikasikan menjadi tiga bidang : akademik, teknik, dan kejuruan, serta Kar-Danesh (ilmu pengetahuan ketrampilan, sebuah cabang dari kejuruan yang fleksibel).

Program satu tahun prauniversitas tersedia bagi mereka yang berhasil lulus dari sekolah menengah atas jurusan akademik. Bagi yang mengambil jurusan teknik dan kejuruan, para siswa yang telah lulus sekolah menengah atas dapat mendaftar pada program dua tahun yang dapat mengantarkan masuk universitas, college dan pusat-pusat pendidikan tinggi.

7.      Pendidikan Tinggi

Struktur pendidikan di Iran pada awal dekade 1990-an membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi siswa untuk belajar sesuai dengan bakat dan ketertarikannya. Juga membuka pintu bagi siswa tamatan pendidikan menengah atas untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang pendidikan tinggi yang mencakup universitas, pusat-pusat pendidikan guru, dan fakultas-fakultas teknik. Universitas di bagi menjadi universitas umum dan khusus, universitas teknologi komperhensif, universitas terbuka, universitas Islam azad, dan universitas kedokteran. Kriteria peserta didik yang dapat masuk perguruan tinggi adalah mereka yang telah lulus sekolah menengah tinggi dan berhasil lulus pada ujian masuk perguruan tinggi.

8.      Kurikulum Pendidikan

a.      Pendidikan Pra Sekolah

Pada jenjang pra sekolah murid diajarkan mengenai belajar bahsa, pengantar matematika, dan konsep sains, lebih-lebih pada nilai-nilai agama dan kepercayaan. Selain itu juga meliputi tentang kegiatan ketrampilan seperti kerajinan tangan, menggunting, mancetak, menggambar, bercerita, bermain, dan berolahraga.

b.      Pendidikan Dasar

Fokus kurikulum pendidikan dasar adalah pada pengembangan ketrampilan dasar baca dan berhitung, studi lingkungan dalam tema fisik dan fenomena social, dan pembelajaran agama. Semua mata pelajaran dan buku pelajaran untuk sekolah dasar diputuskan dan disiapkan pada level pusat.

c.       Pendidikan Menengah

1)      Pendidikan menengah rendah

Kelompok agama minoritas melakukan pembelajaran khusus mereka dan terdapat daftar bacaan khusus untuk kelompok sunni. Diwajibkan untuk lulus semua mata pelajaran pada jurusan yang berbeda. Pembelajaran digunakan dengan bahasa Persia pada semua level. Untuk daerah bilingual, maka diadakan kursus satu bulan untuk mengajarkan kunci-kunci konsep bahasa sebelum tahun ajaran baru di mulai. Ujian dilakukan pada akhir kelas III yang diadakan oleh level kabupaten dan propinsi.

2)      Pendidikan menengah atas

Sekolah menengah atas diperuntukkan bagi siswa yang telah lulus sekolah menengah dasar. Mata pelajaran yang ditawarkan dikelompokkan dalam jurusan sebagai berikut: Pertama, Jurusan akademik: tujuan jurusan ini adalah mempromosikan pengetahuan umum dan budaya. Tedapat ujian akhir yang dikelola oleh tingkat nasional dan bagi siwa yang lulus mendapat ijazah diploma. Kedua, Jurusan teknik dan pendidikan kejuruan: Jurusan ini terdiri dari tiga bidang: teknik pertanian dan kejuruan. Sekarang terdapat 30 bidang pada pendidikan teknik dan kejuruan (TVE). Siwa yang memenuhi kualifikasi pendidikan TVE dapat juga masuk pada lembaga yang menawarkan program teknik atau preuniversity dan mendapat sertifikat terampil pertama. Ketiga, Jurusan kar-danesh (knowledge skill):  Tiap kar-danesh mempunyai silabi yang dikembangkan di bawah secretariat pendidikan menengah proses pendidikan ini mencakup 400 ketrampilan, berbeda dengan jurusan yang lain. Pendidikan ini bersifat berbasis kompetensi. Siswa yang berhasil dianugrahi ijazah terampil tingkat II, dan diploma.

Disamping pendidikan formal sebagaimana dideskripsikan di atas, di Iran juga memiliki lembaga pendidikan nonformal seperti masjid dan lainnya yang diberdayakan untuk membantu mempercepat pemberantasan buta aksara di kalangan manusia lanjut usia. Sejauh ini Iran bekerjasama dengan UNESCO dan UNDP.

C.      SISTEM PENDIDIKAN DI ISRAEL

Hukum Pendidikan Negara Israel yang diundangkan pada tahun 1953 membagi sekolah menjadi lima macam: 1) sekolah negeri sekuler, 2) sekolah negeri agama, 3) sekolah ultra ortodoks, 4) sekolah pemukiman komunal, 5) sekolah Arab. Sekolah negeri sekuler merupakan sekolah yang terbesar dan dimasuki oleh mayoritas murid-murid Yahudi dan non-Arab di Israel.  Kebanyakan warga negara Israel beretnis Arab mengirimkan anaknya ke sekolah-sekolah yang berbahasa Arab.

Sekolah-sekolah negeri dan sekolah agama negeri berada di bawah pengawasan Departemen Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga. Struktur pendidikan terpisah diperuntukkan bagi mahasiswa Arab, meskipun beberapa orang Arab belajar menurut sistem Yahudi. Bahasa pengantar di Sekolah Yahudi adalah Ibrani, dan bahasa yang digunakan di Sekolah Arab adalah bahasa Arab. Pendidikan tinggi di Israel di bawah kendali Dewan Pendidikan Tinggi. Dewan memiliki kekuasaan untuk membina lembaga-lembaga pendidikan tinggi dan memberi wewenang untuk menganugerahkan gelar/penghargaan. Meskipun tidak ada sistem akreditasi di Israel, sebagaimana layaknya di Amerika Serikat, sejatinya Dewan memiliki tujuan yang sama.

Israel memiliki program wajib belajar bagi anak-anak berumur antara tiga sampai dengan delapan belas tahun. Tahapan-tahapan sekolah dibagi menjadi tiga tahap: sekolah dasar (tingkat 1-6), sekolah menengah pertama (tingkat 7-9), dan sekolah menengah atas (tingkat 10-12). Tahapan sekolah berakhir dengan ujian akhir nasional (UAN) yang disebut Bagrut. Mata pelajaran utama yang diujikan dalam bagrut (UAN) meliputi: matematika, Alkitab Ibrani, Bahasa Ibrani, Literatur Ibrani dan Umum, Bahasa Inggris, Sejarah, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Sebagai tanda kelulusan siswa mendapatkan sertifikat Bagrut. Pada sekolah-sekolah Arab, Kristen, dan Druze, untuk ujian kajian Alkitab Ibrani digantikan dengan ujian Mata Pelajaran Islam, Kristen, ataupun Druze. Pada tahun 2003, lebih dari separuh murid tingkat 12 Israel mendapatkan sertifikat ini.

Berikut ini dideskripsikan jenjang atau tingkatan pendidikan di Israel.

1. Taman Kanak-Kanak

 

Pendidikan di Israel mulai diwajibkan bagi anak berusia 5 tahun, namun banyak pula orangtua yang menyekolahkan anaknya ketika masih berusia 3 atau 4 tahun. Anak-anak yang sekolah di TK swasta dipungut biaya, sementara mereka yang bersekolah di sekolah umum digratiskan. Diperkirakan lebih dari 50% dari anak berusia 3 tahun dan 75% dari anak berusia 4 tahun telah memasuki TK. TK memberi kesempatan pada anak untuk belajar mengenal angka dan abjad Ibrani.

 

2. Pendidikan Dasar

 

Semua sekolah dasar menawarkan program 8 tahun (hingga sebelum 1969-an, ada yang mengatakan 1975). Pasca 1969, sekolah dasar kemudian menawarkan program 6 tahun, begitu pula untuk tingkatan yang lebih tinggi dari sekolah dasar, yakni 3 tahun untuk sekolah menengah dan 3 tahun untuk menengah atas. Terdapat pemisahan sekolah bagi anak Yahudi dan Arab. Kurikulum dasar di sekolah Yahudi dan Arab relatif sama. Membaca, menulis, aritmatika dan kegiatan terkait diajarkan dalam dua tahun/kelas pertama, dan setelah dua tahun awal ini kemudian ditambahkan geografi, sejarah, sains, bahasa asing, dan lain-lain.

Bahasa asing di sekolah-sekolah Yahudi menggunakan bahasa Inggris atau Prancis. Pelatihan bahasa asing dimulai di kelas enam. Di sekolah Arab, semua siswa mulai belajar Ibrani di kelas tiga. Bahasa asing kedua seperti bahasa Inggris atau Perancis dapat ditambahkan di kelas enam. Studi agama dibutuhkan dalam semua jenis sekolah. Metode pengajaran ditentukan oleh kepala sekolah, guru, dan otoritas lokal, namun isi dari kurikulum keseluruhan secara ketat di bawah pengawasan Departemen Pendidikan.

 

3. Pendidikan Khusus

Sekolah khusus diperuntukkan bagi anak-anak cacat, orang-orang dengan ketidakmampuan belajar dan terdapat program khusus bagi anak-anak imigran dengan kebutuhan khusus. Ada juga sekolah dasar khusus untuk anak-anak yang lebih tua antara usia 14-17. Sekolah-sekolah tipe ini menonjolkan kepedulian Israel dengan menyerap para imigran dan menjembatani kesenjangan pendidikan orang-orang Yahudi Eropa dengan penduduk asli non-Eropa.

 

4. Pendidikan Skunder/Lanjutan

Pendidikan menengah di Israel didasarkan pada model Eropa, sebagian besar karena masuknya Eropa Timur setelah Perang Dunia II dan Inggris yang sebelumnya menduduki Palestina. Untuk tahun-tahun pendidikan menengah, siswa dikelompokkan ke dalam jalur akademik maupun jalur kejuruan. Tiga tahun terakhir (kelas sepuluh sampai dua belas) adalah tidak wajib atau bebas.

Di sekolah-sekolah akademik, siswa mengambil materi umum dan kemudian mengkhususkan diri selama dua tahun terakhir mereka. Di sekolah kejuruan, siswa terlibat dalam studi-studi tentang teknik, maritim, rumah tangga atau bisnis. Isi kurikulum ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga, meskipun ada rentang yang lebih di sekolah menengah daripada di tingkat primer.

 

5. Ujian Bagrut

Ujian nasional kelulusan di Israel disebut dengan Ujian Bagrut, di mana kemudian menyebabkan keluarnya surat mandat bagi siswa kelas XII, yang menjadi syarat untuk masuk pendidikan tinggi. Kandidat yang lulus pada sejumlah ujian tertentu dan memenuhi syarat yang telah ditentukan akan diberikan sertifikat matrikulasi. Hampir semua lulusan sekolah akademik dan sekolah pertanian menggunakan ujian Bagrut, di mana bisa dibandingkan dengan ujian kematangan di Eropa. Normalnya, lulusan sekolah kejuruan tidak menggunakan ujian Bagrut, meskipun ada pengecualian.

Sebagai catatan, bahwa setelah lulus pendidikan menengah, Pemerintah Israel juga menerapkan program wajib militer, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Wajib militer berlangsung 3 tahun bagi laki-laki dan dua tahun bagi perempuan. Namun, program wajib militer ini hanya berlaku bagi seluruh penduduk Yahudi dan Druz, sedangkan bagi penduduk muslim, Kristen dan Sirkasian bersifat pilihan.

 

6. Pendidikan Tinggi

Pendidikan tinggi di Israel didesain sebagai pendidikan pasca skunder atau pendidikan tinggi. Beberapa program pasca-sekolah menengah tidak mengarah pada gelar kesarjanaan dan diawasi oleh Departemen Pendidikan & Kebudayaan. Sedangkan Pendidikan Tinggi adalah di bawah pengawasan Dewan untuk Pendidikan Tinggi. Pendidikan tinggi ditawarkan oleh tiga tipe institusi: (1) lembaga non-universitas menawarkan perkuliahan seperti bidang teknologi, seni, dan pelatihan mengajar, (2) perguruan tinggi regional, dan (3) universitas. Pendidikan tinggi mendukung 12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan lanjutan.

Ada delapan universitas di Israel, semuanya merupakan lembaga otonom tetapi diakui oleh Dewan Pendidikan Tinggi. Universitas diatur oleh dewan pengatur mereka sendiri. Menteri dan Dewan tidak secara langsung terlibat dalam menjalankan institusi ini. Gelar di Israel tidak menjadi masalah khusus bagi petugas perizinan Amerika, karena penamaannya sama, dengan satu pengecualian: gelar profesional adalah gelar pertama di Israel, bukan gelar kedua, misalnya, LLB di Israel dan JD di Amerika Serikat. Derajat dasar pertama adalah B.A. dan B.Sc., diikuti oleh M.A., M.Sc. dan Ph.D.

Kredensial/surat mandat dikeluarkan dalam bahasa Inggris oleh universitas-universitas Israel, terutama diperlukan jika siswa akan mendaftar ke universitas AS. Universitas di Israel memiliki pengalaman tinggi dalam memasok informasi seperti transkrip nilai untuk lembaga AS. Sebagaimana dengan kebanyakan universitas asing, transkrip biasanya diproses lebih cepat ketika lembaga AS, bukan mahasiswa, meminta mereka.

 

7. Program Sarjana

Penyelesaian Bagrut, pemeriksaan psikometrik dan kemungkinan wawancara pribadi diperlukan untuk pertimbangan penerimaan ke gelar sarjana. Gelar ini dirampungkan di universitas dan lembaga berwenang lainnya di bawah Dewan Pendidikan Tinggi. Gelar ini memberikan akses untuk belajar ke jenjang lanjutan. Kebanyakan gelar program sarjana diberikan setelah selesainya tiga hingga empat tahun kuliah. Program Sarjana untuk bidang seni dan sains sering didasarkan pada kurikulum tiga tahun, tapi program empat tahun juga ada di bidang ini. Program ini juga mencakup program-program gelar profesional dalam disiplin-disiplin ilmu seperti pertanian, hukum dan keperawatan.

Gelar Sarjana merupakan pencapaian tingkat pendidikan yang sebanding dengan gelar sarjana di Amerika Serikat. Skala penilaian dapat dinyatakan dalam huruf, angka atau kata-kata, dan semua skala tiga disediakan dalam dokumentasi universitas. Yang paling umum adalah skala 0-100 dengan tanda lulus dari 50, 55 atau 60.

 

8. Program Master

Gelar Master memerlukan dua tahun waktu perkuliahan dan penelitian di luar gelar sarjana. Penerimaan mahasiswa baru untuk gelar master menyaratkan gelar sarjana, nilai rata-rata kelas 75-80 (dalam beberapa kasus), ujian masuk dan wawancara.

Beberapa lembaga memiliki dua urutan/jalur di program master mereka. Jalur A menyaratkan kuliah dan tidak memberikan akses ke studi Ph.D. Jalur B menyaratkan kuliah dan tesis dan memungkinkan akses ke program doktor.

Gelar Master di Israel merupakan pencapaian tingkat pendidikan yang sebanding dengan gelar master di Amerika Serikat. Gelar Master ditawarkan dalam kebanyakan bidang akademik. Gelar ini menyaratkan penyelesaian kuliah dan, dalam beberapa kasus juga mensyaratkan tesis.

 

9. Program Doktor

Program Doktor ini biasanya diperuntukkan bagi mereka yang telah mendapatkan gelar master, ditambah dua sampai tiga tahun studi postsecondary. Doktor di Israel merupakan pencapaian tingkat yang sebanding dengan gelar doktor yang diperoleh dalam pendidikan Amerika Serikat. Doktor adalah gelar penelitian yang diberikan untuk penelitian asli sebagaimana ditunjukkan dalam disertasi.

10. Pelatihan Guru

Pelatihan guru di Israel ini dicapai melalui program pelatihan guru pada kampus atau universitas yang memiliki fakultas pendidikan. Pelatihan di perguruan tinggi dilaksanakan selama dua atau tiga tahun program. Guru dengan orientasi TK atau pendidikan dasar harus menyelesaikan program dua tahun. Sedangkan guru dengan orientasi pendidikan menengah harus menyelesaikan tiga tahun program.

Horahah Teudat adalah seorang guru yang berkualifikasi/bersertifikat terbaik yang setara dengan dua tahun belajar di universitas Amerika Serikat. Ia merupakan kualifikasi minimum untuk guru di pusat-pusat penitipan anak dan taman kanak-kanak.

Teudat Horaha Bachir adalah seorang guru senior yang memenuhi syarat sertifikat/guru yang sebanding dengan ijazah hasil tiga tahun studi di universitas Amerika Serikat. Guru menengah bawah dapat menyelesaikan tiga tahun program dan memenuhi syarat untuk mengajar kelas TK hingga kelas sepuluh, atau mereka dapat mengambil program terpadu empat tahun di sekolah pelatihan guru, baik mendapatkan gelar sarjana dan diploma guru.

Guru sekolah menengah atas harus mengambil kedua gelar sarjana di universitas dalam suatu bidang selain pendidikan dan guru diploma, yang dapat diselesaikan baik dalam satu tahun-program disertai dengan penghargaan dari gelar sarjana atau dari program terpadu empat tahun.

Sebagai catatan tambahan bahwa delapan universitas negeri Israel disubsidi oleh negara. Perpustakaan Universitas dan Nasional Yahudi yang menyimpan buku-buku bertopik Yahudi terbesar di dunia berada di Universitas Ibrani Yerusalem. Universitas Ibrani Yerusalem menduduki peringkat 100 besar universitas ternama di dunia, berdasarkan pemeringkatan Universitas Jiao Tong Shanghai. Universitas utama lainnya di Israel meliputi Technion, Institut Sains Weizmann, Universitas Tel Aviv, Universitas Bar-Ilan, Universitas Haifa, dan Universitas Ben-Gurion Negev.

Israel berada pada peringkat ketiga di dunia dalam hal jumlah sarjana akademik per kapita (20% populasi). Israel merupakan negara yang terdepan dalam hal jumlah artikel ilmiah riset sel puncak per kapita sejak tahun 2000. Israel juga mengedepankan penggunaan energi surya dan memiliki teknologi energi surya yang terdepan dan perusahaan-perusahan tenaga surya Israel mengerjakan proyek-proyeknya di seluruh dunia. Lebih dari 90% rumah penduduk Israel menggunakan tenaga surya untuk pengadaan air panas dan merupakan penggunaan per kapita yang tertinggi di dunia. Menurut data pemerintah Israel, negara ini menghemat 8% konsumsi listrik per kapitanya oleh karena penggunaan energi surya.

Mengapa Orang Yahudi Israel Lebih Pintar?

Ada sebuah tulisan Dr. Stephen Carr Leon DASRI yang membahas bagaimana orang-orang Yahudi bisa lebih Pintar dibandingkan dengan Negara -negara lain. Tesis yang ia tulis dari awal pengamatannya, dapat diringkas berikut.

Pertama, Persiapan Awal Melahirkan Anak. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan dan Hal lain yang perlu kita perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung Ibu hamil sangat suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. Menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.

Kedua, Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh).

Ketiga, Dalam setiap kegiatan anak –anak yahudi, ternyata mereka sering di sibukan dengan berbagai kegiatan yang positif seperti : bermain music piano dan biola, Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ.

Keempat, Pintar menguasai Bahasa. Anak – anak Yahudi rata rata memahami tiga bahasa, yaitu Hebrew, Arab dan Inggris. Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajarkan matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Disinyalir oleh para pengamat bahwa “Perbandingan dengan anak-anak di negara-negara lain, ternyata tingkat IQ anak Yahudi 6 tahun lebih maju! Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus.

Kelima, Sekolah tinggi (menengah) di sini, murid-murid digojlok dengan pelajaran sains, mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi. Satu lagi yang di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus mempraktikkannya. “Anda hanya akan lulus jika tim Anda (10 pelajar setiap kelompok) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!”

 

D. KESIMPULAN

Berangkat dari deskripsi sekilas perbandingan sistem pendidikan antara Negara Republik Islam Iran dan Negara Israel tersebut dapat disimpulkan berikut.

Pertama, tujuan utama pendidikan di Iran adalah meningkatkan produktivitas, mencapai integrasi sosial dan nasional, mengelola nilai-nilai sosial, moral dan spiritual yang berlandaskan keyakinan syariat Islam, serta pengembangan sumberdaya manusia untuk peningkatan ekonomi dan sebagai investasi masa depan.

Kedua, Sistem pendidikan di Iran memiliki jenjang-jenjang meliputi: 1) pendidikan pra sekolah 1 tahun (usia 4 tahun/ tidak wajib), 2) pendidikan dasar (wajib ditempuh 5 tahun anak usia 6 tahun), 3) Pendidikan menengah terdiri dari dua tahap, sekolah menengah rendah dan sekolah menengah tinggi (masing-masing 3 tahun). 4) pendidikan tinggi di Iran ditawarkan bagi siswa yang telah lulus sekolah menengah tinggi. Universitas di bagi menjadi universitas umum dan khusus, universitas teknologi komprehensif, universitas terbuka, universitas Islam azad, dan universitas kedokteran.

Ketiga, Sistem pendidikan Israel memiliki program wajib belajar bagi anak-anak berumur antara tiga sampai dengan delapan belas tahun. Tahapan-tahapan sekolah dibagi menjadi tiga tahap: sekolah dasar (tingkat 1-6), sekolah menengah pertama (tingkat 7-9), dan sekolah menengah atas (tingkat 10-12). Tahapan sekolah berakhir dengan ujian akhir nasional yang disebut Bagrut. Pendidikan tinggi di Israel didesain sebagai pendidikan pasca skunder atau pendidikan tinggi. Beberapa program pasca-sekolah menengah non gelar sarjana diawasi oleh Departemen Pendidikan & Kebudayaan. Sedangkan Pendidikan Tinggi adalah di bawah pengawasan Dewan untuk Pendidikan Tinggi dengan tiga tipe institusi: (1) lembaga non-universitas menawarkan perkuliahan seperti bidang teknologi, seni, dan pelatihan mengajar, (2) perguruan tinggi regional, dan (3) universitas. Semua lulusan Perguruan tinggi Israel diakui setara oleh PT Amerika Serikat.

Keempat, terdapat tradisi positif Bangsa Yahudi Israel, meliputi: 1) Bahasa mempunyai pengaruh yang sangat penting, dimana dengan bahasa ternyata bisa mempersatukan orang-orang Yahudi. 2) Menumbuhkan jiwa pemimpin sejak dini sejak SMP-SMA. 3) Alasan kenapa orang Yahudi terkenal lebih pintar dari bangsa lainnya: (a). Persiapan Awal Melahirkan. (b) Di Israel, merokok adalah tabu karena secara ilmiah membuat bodoh. (c) Dalam setiap kegiatan anak –anak yahudi, disibukan dengan berbagai kegiatan yang positif. (d).Di sekolah tinggi (menengah), murid-murid digojlok dengan pelajaran sains dan didorong untuk menciptakan produk.

Kelima, tampaknya kemajuan pendidikan di Iran dengan output dan outcomesnya  berupa teknologi tingkat tinggi yang diakui dunia lebih dipicu oleh semangat tidak mau bergantung dengan Negara lain, bahkan secara politis karena di bawah tekanan embargo dan isolasi Amerika Serikat, Iran semakin kreatif dengan ilmuwannya yang sangat brilian. Sedangkan, kemajuan pendidikan negara Yahudi Israel yang juga luar biasa dan diakui seluruh dunia dengan produk teknologi canggihnya, secara politis dan ekonomis memang didukung  sepenuhnya oleh Amerika Serikat “saudara kembarnya” yang juga menjadi sang penguasa dunia.

Lebih dari itu semua, penulis menemukan bahwa salah satu factor penting dan penyebab kemajuan Republik Islam Iran dan Israel di bidang iptek adalah karena para pemimpin negara tersebut secara sungguh-sungguh dan konsisten menghendaki ilmu pengetahuan. []

 

 

 

DAFTAR KEPUSTAKAAN

 

 

Dahlan Iskan, Harian Jawa Pos, 2011.

Ensiklopedi Islam, Penerbit PT Ichtiar Baru van Hoeve, Jakarta, cetakan ke 10, 2002.

http://siarogan.wordpress.com/2010/04/10/sistem-pendidikan-di-iran/, diunduh pada tanggal 10 Oktober 2011.

http://dewipuspitasari18.blogspot.com/2011/05/makalah-pendidikan-di-israel.html, diunduh pada tanggal 10 Oktober 2011.

http://edukasi.kompasiana.com/2010/02/20/, diunduh pada tanggal 10 Oktober 2011.

http://handouts.aacrao.org/am08/finished/T1100a_T_Schumacher.pdf, diunduh pada tanggal 9 Oktober 2011.

http://www.infoplease.com/ipa/A0107652.html#ixzz1adSfpQ1w, diunduh pada tanggal 10 Oktober 2011.

http://jakarta.mfa.gov.il/mfm/Web/main/document.asp?DocumentID=133043&MissionID=86347, diunduh pada tanggal 10 Oktober 2011.