ANALISIS SKALA SIKAP

(Sebuah Contoh Prosedur dan Aplikasinya)

Oleh: Ismail SM

 

KAJIAN TEORI VARIABEL

KISI-KISI SKALA SIKAP

PEDOMAN PENSKORAN DAN PENILAIAN

ANGKET SKALA SIKAP

ANALISIS SKALA SIKAP

Tugas Mata Kuliah Evaluasi Pendidikan

Dosen Pengampu : Prof. Dr. SRI  YUTMINI, M.Pd.

 

A. JUDUL PENELITIAN:

“IMPLEMENTASI STRATEGI PAIKEM TIPE SMALL GROUP DISCUSSION DAN GALLERY WALK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MK MPPAI”.

B. VARIABEL PENELITIAN:

1) Implementasi Strategi PAIKEM 2) Peningkatan Motivasi 3) Penguasaan materi.

 

C. KAJIAN TEORI MOTIVASI

Motivasi berasal bahasa Inggris “motive” yang berarti daya penggerak/alasan (Echols dan Shadily, 2003: 386). Sedangkan dalam bahasa Indonesia, motivasi berasal dari kata dasar “motif” yang diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan mendesak (Sardiman, 1992: 73). Motivasi adalah kondisi internal yang spesifik dan mengarahkan perilaku seseorang ke suatu tujuan.

Para ahli mengemukakan beberapa teori tentang motivasi sebagai berikut.

MASLOW dalam Lefton (1982: 168) menyatakan bahwa perilaku manusia termotivasi ke arah “self fulfillment”. Setiap orang mempunyai motif bawaan yang selalu diperjuangkan untuk dipenuhi yang bergerak dari motif yang paling sederhana yaitu kebutuhan fisiologis sampai aktualisasi diri. Pada awalnya Maslow mengemukakan teorinya dengan hanya menyebutkan 5 hirarki kebutuhan manusia, namun kemudian ia menyempurnakan teorinya dengan menjadikan 7 hirarki kebutuhan manusia yaitu: “1) physiological needs, 2) safety needs, 3) belongingness and love needs, 4) esteem needs, 5) cognitive needs, 6) aesthetics needs dan 7) self actualization”.

HERZBERG sebagaimana dikutip oleh Davis (1990: 110) mengemukakan tentang teori motivasi dengan mengembangkan model dua faktor. Dijelaskan bahwa ada dua faktor yang terpisah, yaitu higiene factor dan satisfier factor, yang mempengaruhi motivasi. Higiene factors adalah faktor yang apabila tidak ada dalam kondisi kerja akan menimbulkan rasa ketidakpuasan, namun keberadaannya hanya menimbulkan rasa netral. Satisfier factors adalah faktor yang keberadaannya sangat membangkitkan motivasi tetapi ketiadaannya jarang mengakibatkan rasa kecewa pada seseorang.

Sedangkan ALDERFER, mengemukakan tiga teori yang disebut dengan “ERG Theory (Existence, Relatedness, dan Growth)” (Davis, 1990: 111). ERG Theory merupakan gambaran dari kebutuhan manusia untuk bereksistensi, berhubungan, dan berkembang. Teori ini mempunyai banyak persamaan dengan teori Maslow. Perbedaan yang menonjol adalah jika Maslow melihat kebutuhan sebagai jenjang yang ketat di mana kebutuhan tingkat yang lebih tinggi tidak mungkin dipenuhi sebelum terpenuhi tingkat di bawahnya, maka Alderfer lebih bersifat fleksibel, di mana dimungkinkan pemenuhan kebutuhan secara bersamaan bahkan dimungkinkan adanya gerakan menurun apabila seseorang mengalami frustasi dalam upaya memenuhi kebutuhannya di tingkat tertentu.

Ketiga teori yang dikemukakan oleh kelompok humanis di atas, posisi motivasi diidentifikasi sebagai berikut; pertama, pada teori Maslow, motivasi dimulai dari hirarki ke 3 sampai aktualisasi diri. Aktualisasi diri merupakan puncak motivasi dari seseorang. Kedua, pada teori Herzberg, motivasi berada pada faktor satisfier. Ketiga, pada teori Alderfer, motivasi terkandung dalam kebutuhan berinteraksi dan kebutuhan untuk berkembang.

Menurut  SARDIMAN (2001: 84-86), motivasi atau motif-motif yang aktif itu sangat bervariasi. Secara umum ia mengidentifikasi menjadi dua macam yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Pertama, motivasi instrinsik: adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh seseorang yang senang membaca, tidak usah ada yang menyuruh atau mendorongnya, ia sudah rajin mencari buku-buku untuk dibacanya. Dilihat dari segi tujuan kegiatan yang dilakukannya, maka yang dimaksud dengan motivasi intrinsik ini adalah ingin mencapai tujuan yang terkandung di dalam perbuatan membaca itu sendiri. Seorang siswa itu melakukan belajar, karena betul-betul ingin mendapat pengetahuan, nilai atau ketrampilan agar dapat berubah tingkah lakunya secara konstruktif, tidak karena tujuan yang lain.  Kedua, motivasi ekstrinsik: adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Sebagai contoh seseorang itu belajar, karena tahu besuk paginya akan ujian dengan harapan mendapatkan nilai baik, sehingga akan mendapatkan pujian. Jadi yang penting bukan karena belajar ingin mengetahui sesuatu, tetapi ingin mendapatkan nilai yang baik, atau agar mendapatkan pujian. Jika dilihat dari segi tujuan kegiatan yang dilakukannya, tidak secara langsung bergayut dengan esensi apa yang dilakukannya itu. Oleh karena itu motivasi ekstrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan dari luar yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar.

Menurut Sardiman (2001:102), bahwa hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada peserta didik yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan perilaku. Motivasi belajar adalah keseluruhan dan daya penggerak dalam diri peserta didik yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Selanjutnya, KELLER (1983)  sebagaimana dikutip oleh Aan Baidillah, mengembangkan teori pengelolaan motivasi yang disebut ARCS yaitu meliputi; Attention (Perhatian), Relevance (Relevansi), Confidence (keyakinan/rasa percaya diri siswa), dan Satisfaction (Kepuasan).

  1. Attention (perhatian) artinya peserta didik yang mau belajar harus memiliki atensi atau perhatian pada materi yang akan dipelajari. Perhatian peserta didik dapat bangkit antara lain karena dorongan ingin tahu. Oleh sebab itu, rasa ingin tahu peserta didik perlu dirangsang melalui cara-cara baru dan unik. Seperti metode diskusi, bermain peran, simulasi, demonstrasi, dan sebagainya. Bisa juga dengan media film, tape, video, tranparansi, dan lainya.
  2. Relevance (kesesuaian) artinya motivasi belajar akan tumbuh bila peserta didik merasakan bahwa apa yang dipelajari itu mempunyai kesesuaian manfaat langsung secara pribadi. Strategi untuk menunjukkan relevansi di antaranya; memberikan contoh, latihan, atau tes yang langsung berhubungan dengan kondisi peserta didik atau profesi tertentu; menyampaikan kepada peserta didik apa yang dapat mereka peroleh dan lakukan setelah mempelajari materi pembelajaran; menjelaskan manfaat pengetahuan, keterampilan; atau sikap serta nilai yang akan dipelajari dan bagaimana hal tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan.
  3. Confidence (kepercayaan diri) artinya belajar secara aktif, perlu dihilangkan kekhawatiran dan rasa ketidakmampuan dalam diri peserta didik. Peserta didik perlu percaya bahwa ia mampu dan bisa berhasil dalam mempelajari sesuatu. Strateginya antara lain; menyusun pembelajaran ke bagian-bagian yang lebih kecil sehingga peserta didik tidak dituntut untuk mempelajari terlalu banyak konsep baru sekaligus.
  4. Satisfaction (kepuasan) artinya bahwa motivasi belajar baru mampu menghasilkan rasa puas untuk mendorong tumbuhnya keinginan untuk tetap belajar. Dengan demikian, peserta didik akan termotivasi mencapai tujuan yang serupa. Demi meningkatkan dan memelihara motivasi peserta didik, guru dapat memberikan reinforcement (penguatan) berupa pujian, pemberian, kesempatan, atau bahkan pemberian hadiah. (Aan Baidillah, http://udugudug.wordpress.com, diakses 21 Maret 2012).

Berangkat dari berbagai pendapat para ahli tentang motivasi tersebut, penulis menyimpulkan bahwa motivasi adalah suatu pendorong yang mengubah energi dalam diri seseorang ke dalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. Intensitas motivasi seorang peserta didik akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya.

 

D. JUSTIFIKASI DAN PENETAPAN INDIKATOR

Dalam konteks penelitian ini, penulis memilih dan menggunakan teori motivasi yang dikembangkan oleh Keller, karena lebih relevan dan lebih mudah untuk menentukan indikator variabel motivasi belajar. Sehingga indikator variabel motivasi belajar dalam penelitian ini terdiri dari empat aspek, meliputi:

1) Perhatian;

2) Relevansi;

3) Kepercayaan diri; 

4) Kepuasan.

 

E. SUMBER BACAAN/ KEPUSTAKAAN

Aan Baidillah Halian, Menerapkan Strategi ARCS untuk Motivasi Belajar Siswa, dalam http://udugudug.wordpress.com, diakses 21 Maret 2012.

Davis, Keith dan John W. Newstrom, 1990, Human Behavior at Work: Organizational Behavior, New York: McGraw-Hill Book Company.

Echol, M Jhon dan Hasan Sadily, 1992, Kamus Inggris-Indonesia, Jakarta: Gramedia.

Lefton, Lester A. dan Laura Valvatne. 1982. Mastering Psychology. Boston: Allyn and Bacon.

Mc.Clelland, David C, et al., 1976, The Acievement Motive, New York: John Wiley & Sons.

Sardiman, AM. 2001, Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

————————-., 1992, Interaksi & Motivasi Belajar-Mengajar, Cet. IV. Jakarta: Rajawali.

Saifuddin Azwar, Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya, Edisi ke 2, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, Cet. XVI, 2011.

[][][]

F. KISI-KISI ANGKET MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK

No Variabel Indikator

Komponen & Nomor Item

Total

Kognisi

Afeksi

Konasi

+ - + - + -

30 item

1  Motivasi 1.Perhatian (Attention)   2,4,6,

16,29

  7,8,9,10,17,27   1,11,13,14,15   3,5  21,25, 28   18,19, 20,23   12,22, 26,27, 30
2.Relevansi (relevance)
3.Percaya diri (confidence)

4.Kepuasan (satisfaction)

G. KRITERIA SKOR SKALA SIKAP

 Jenis angket yang digunakan pada penelitian ini adalah SKALA LIKERT. Dalam menganalisis hasil angket, skala kualitatif ditransfer ke dalam skala kuantitatif dengan penskoran seperti ditunjukkan pada Tabel  di bawah ini:

Tabel 3.1. Skala penilaian angket peserta didik

Alternatif jawaban                                      Bobot Penilaian

Positif                         Negatif

Sangat Tidak Setuju(STS)              1                                  4

Tidak Setuju (TS)                              2                                  3

Entah/Tidak Tahu (E)                     0                                  0

Setuju Sekali (SS)                              3                                  2

Sangat Setuju Sekali (SSS)             4                                  1

 

Untuk mengukur data angket digunakan rumus

P =  x 100%

kriteria interpretasi skor

Angka 0%-20%        = Sangat lemah

Angka 21%-40%      = Lemah

Angka 41%-60%      = Cukup

Angka 61%-80%      = Kuat

Angka 81%-100%    = Sangat kuat

 

[][][]

 

ANGKET MOTIVASI PESERTA DIDIK

Nama:

No. Urut :

Tanda Tangan:

Mata Kuliah    : MPPAI

Kelas/ Semester    : PAI/4C

Hari/ Tanggal Ujicoba Instrumen : Kamis, 29 Maret 2012.

Petujuk:

  1. Pada kuesioner ini terdapat 30 pernyataan. Pertimbangkan baik-baik setiap pernyataan dalam kaitannya dengan materi pembelajaran yang baru selesai kamu pelajari, dan tentukan kebenarannya. Berilah jawaban yang benar-benar cocok dengan pilihanmu. Rahasia Anda terjamin.
  2. Pertimbangkan setiap pernyataan secara terpisah dan tentukan kebenarannya. Jawabanmu jangan dipengaruhi oleh jawaban terhadap pernyataan lain.
  3. Berikan penilaianmu secara jujur, objektif, dan penuh tanggung jawab dengan cara memberi tanda checklist () pada salah satu dari lima pilihan dibawah ini.

Keterangan :    SSS = Sangat Setuju Sekali                 TS = Tidak Setuju

SS = Sangat Setuju     STS = Sangat Tidak Setuju     E  = Entah/Tidak Tahu

No.

Indikator

SSS SS E TS STS
1. Saya tertarik mengikuti perkuliahan MPPAI dengan menerapkan strategi PAIKEM tipe Small Group Discussion dan Gallery Walk
2. Penerapan Small Group Discussion dan Gallery Walk membantu memudahkan saya dalam memahami konsep PAIKEM mampu menerapkan dengan baik
3. Penerapan PAIKEM tipe Small Group Discussion dan Gallery Walk kurang menarik bagi saya
4. Saya dapat menghubungkan isi pembelajaran ini dengan hal-hal yang telah saya lihat, saya lakukan atau saya pikirkan didalam kehidupan sehari-hari
5. Saya merasa jenuh dan bosan dengan materi perkuliahan ini
6. Jelas bagi saya bagaimana hubungan materi dalam pembelajaran ini dengan apa yang telah saya ketahui
7. Tugas-tugas latihan pada pembelajaran ini terlalu sulit
8. Pembelajaran ini tidak relevan dengan kebutuhan saya sebab sebagian besar isinya tidak saya ketahui
9. Saya tidak yakin akan berhasil pada pembelajaran ini
10. Saya tidak melihat adanya hubungan antara isi materi dalam pelajaran ini dengan sesuatu yang telah saya ketahui
11. Tugas-tugas latihan pada pembelajaran ini tidak terlalu sulit


12. Pada saat dilaksanakan strategi PAIKEM tipe Small Group Discussion dan Gallery Walk saya lebih suka bermain dan bercanda dengan teman
13. Saya benar-benar senang mempelajari materi pembelajaran ini
14. Pembelajaran ini menarik bagi saya dan membuat saya tidak bosan
15. Saya senang belajar melalui kegiatan kerjasama dan saling memberi apresiasi sesama teman dalam pembelajaran ini
16. Saya yakin akan berhasil dalam pembelajaran ini
17. Sedikitpun saya tidak memahami materi pembelajaran ini
18. Saya memperhatikan penjelasan dosen tentang konsep PAIKEM dan penerapannya dengan baik
19. Penerapkan strategi PAIKEM tipe Small Group Discussion dan Gallery Walk membuat saya menjadi aktif dalam kegiatan pembelajaran
20. Dengan diterapkannya strategi PAIKEM tipe Small Group Discussion dan Gallery Walk saya lebih berani bertanya dan berbagi kepada dosen dan teman pada saat proses pembelajaran berlangsung
21. Saya tidak suka dengan materi MPPAI
22. Walaupun sudah diterapkan strategi PAIKEM tipe Small Group Discussion dan Gallery Walk, saya tetap malu bertanya pada teman dan dosen jika ada hal-hal yang tidak saya pahami
23. Isi pembelajaran ini sesuai dengan harapan dan tujuan saya menjadi guru di masa depan
24. Rasa ingin tahu saya sering kali tergerak oleh pertanyaan yang dikemukakan dan masalah yang diberikan dosen dan teman pada materi pembelajaran ini
25. Saya masih merasa kebingungan dan kesulitan mengerjakan soal/tugas MPPAI meskipun sudah diterapkan strategi PAIKEM tipe Small Group Discussion dan Gallery Walk
26. Isi pembelajaran ini tidak sesuai dengan harapan dan tujuan saya menjadi guru di masa depan
27. Pada pembelajaran ini tidak ada hal-hal yang dapat merangsang rasa ingin tahu saya
28. Saya tidak senang belajar melalui kegiatan diskusi dan berbagi dengan strategi PAIKEM tipe Small Group Discussion dan Gallery Walk dalam pembelajaran ini
29. Menurut pendapat saya materi pembelajaran lebih mudah diingat dengan menggunakan strategi PAIKEM tipe Small Group Discussion dan Gallery Walk
30 Saya pasif dalam kegiatan belajar mengajar meskipun sudah diterapkan  strategi PAIKEM tipe Small Group Discussion dan Gallery Walk

 Terimakasih wa Jazakumulloh ahsanal jaza’, amin.

 

 TABEL INDUK DATA (Variabel Motivasi Peserta Didik)

[Terlampir terpisah]

 

 

HASIL ANALISIS SKALA SIKAP

(Variabel Motivasi Peserta Didik)

[Menggunakan Program SPSS Versi 16)

Oleh: Ismail

RELIABILITY

/VARIABLES=item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8 item9 item10 item11 item12 item13 item14 item15 item16 item17 item18 it

em19 item20 item21 item22 item23 item24 item25 item26 item27 item28 item29 item30

/SCALE('ALL VARIABLES') ALL

/MODEL=ALPHA

/STATISTICS=DESCRIPTIVE SCALE

/SUMMARY=TOTAL.

Reliability

[DataSet1] F:\KULIAH DOKTOR_SMT_2\ANALISIS SIKAP\spss skala motivasi_edit.sav

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N

%

Cases Valid

34

100.0

Excludeda

0

.0

Total

34

100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

 

 

Reliability Statistics

Cronbach’s Alpha

N of Items

.795

30

 

 

Item Statistics

Mean

Std. Deviation

N

item1

3.5294

.61473

34

item2

3.2941

.57889

34

item3

3.0000

.65134

34

item4

3.0882

.28790

34

item5

3.1471

.35949

34

item6

3.0294

.17150

34

item7

3.0588

.23883

34

item8

3.1765

.71650

34

item9

3.4412

.66017

34

item10

3.1765

.45863

34

item11

3.0294

.17150

34

item12

3.0588

.60006

34

item13

3.2059

.41043

34

item14

3.3824

.49327

34

item15

3.5882

.49955

34

item16

3.5294

.50664

34

item17

3.4412

.56091

34

item18

3.1176

.59108

34

item19

3.0000

.65134

34

item20

2.2647

.61835

34

item21

3.4412

.50399

34

item22

2.2647

.82788

34

item23

3.3529

.48507

34

item24

3.0294

.45960

34

item25

2.8529

.50045

34

item26

3.3529

.54397

34

item27

3.1471

.60964

34

item28

3.2647

.56723

34

item29

3.1471

.70205

34

item30

3.0294

.45960

34

 

Item-Total Statistics

Scale Mean if Item Deleted

Scale Variance if Item Deleted

Corrected Item-Total Correlation

Cronbach’s Alpha if Item Deleted

item1

90.9118

33.234

.569

.776

item2

91.1471

33.402

.584

.776

item3

91.4412

32.618

.619

.773

item4

91.3529

37.023

.155

.795

item5

91.2941

35.244

.533

.784

item6

91.4118

36.977

.308

.793

item7

91.3824

37.455

.046

.797

item8

91.2647

33.776

.403

.785

item9

91.0000

33.758

.450

.782

item10

91.2647

34.140

.615

.778

item11

91.4118

38.128

-.241

.800

item12

91.3824

35.152

.300

.790

item13

91.2353

35.337

.439

.786

item14

91.0588

34.663

.472

.783

item15

90.8529

36.008

.232

.793

item16

90.9118

35.840

.256

.792

item17

91.0000

35.030

.347

.788

item18

91.3235

35.074

.318

.789

item19

91.4412

35.102

.275

.791

item20

92.1765

40.695

-.435

.824

item21

91.0000

35.212

.365

.787

item22

92.1765

36.150

.082

.806

item23

91.0882

36.750

.113

.797

item24

91.4118

36.250

.215

.793

item25

91.5882

36.553

.140

.796

item26

91.0882

35.113

.347

.788

item27

91.2941

33.729

.501

.780

item28

91.1765

33.786

.537

.779

item29

91.2941

34.638

.305

.790

item30

91.4118

36.007

.259

.791

 

Scale Statistics

Mean

Variance

Std. Deviation

N of Items

94.4412

37.648

6.13579

30

Berikutnya dilakukan check di r tabel.

 

[][][]