KURIKULUM 2013: ENAK DITERAPKAN DAN SANGAT PERLU ! itulah kalimat yang bisa mewakili pada acara audiensi bapak wakil menteri pendidikan dan kebudayaan, Prof. Dr. Musliar Kasim dengan seluruh tim penilai buku kurikulum 2013, penyusun standar proses dan standar penilaian pada senin 1 April 2013 bertempat di hotel grand tropic Jakarta. Beliau didampingi kepala badan litbang, Khoirul Anwar, Kepala Badan SDM kemedikbud, Syawal Gultom, dan Kepala Badan Bahasa, Mahsun. Ditegaskan oleh Wamendikmbud,  semua komponen diharapkan mendukung proses dan penerapan kurikulum 2013 yang akan dimulai bulan Juli 2013. Penerapannya akan dilakukan terbatas untuk kelas I dan IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, serta kelas VII SMP/MTs.  Bertindak sebagai fasilitator kegiatan ini adalah Prof. Dr. Moehammad Aman Wirakartakusumah, M.Sc., Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Kita dukung dan doakan penerapan kurikulum 2013 berjalan sukses pak untuk mengantar anak bangsa yang terbaik!

Berikut beberapa catatan pribadi saya dalam audiensi tersebut.

AUDIENSI TIM PENILAI DENGAN WAMENDIKBUD (MUSLIAR KASIM), KEPALA BADAN LITBANG (KHOIRUL ANWAR), KEPALA BADAN SDM (SYAWAL GULTOM) DAN KEPALA BADAN BAHASA (MAHSUN).

Senin, 1 April 2013, jam 19.30-22.00 wib

PAPARAN WAMENDIKBUD (PROF. DR. MUSLIAR KASIM):

Terimakasih kpd bsnp dan seluruh tim penilai buku, tim standar penilian dan tim standar proses atas kontribusinya dalam menyiapkan perangkat kurikulum 2013.

MEMAHAMI DESAIN KURIKULUM 2013?

  1. Bagi yang  tidak paham, kurikulum 2013 dianggap aneh?
  2. Diskusi, sosialisasi k-2013 sdh melibatkan para ahli pendidikan dan multidisiplin sekitar 300 orang.
  3. Penataan kurikulum menjadi kebutuhan yang wajar dan sdh diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) berdasarkan Inpres Tahun 2010;
  4. Tim inti mulai bekerja tahun 2011; hasilnya blm memuaskan.
  5. Tim inti bekerja lagi mulai juli 2012; 1) merumuskan ASK (attitude, skill, knowledge) lalu disusun kompetensi. 2) lalu disusun mapel yg diperlukan (12 mjd 6). SMP/SMA: memilih 9. 3) pendekatan: proses pembelajaran ditekankan pd student activity based bukan content based. Tematik di SD dilihat dari segi buku yg disusun, belum pernah ada (bahkan di singapura). 4) standard penilaian: berbasis kompetensi murid (diberi kebebasan kreatif, jawaban yg mungkin berbeda).
  6. Buku yg dinilai sekarang; agar diberikan masukan perbaikan yang maksimal, karena buku satu-satunya yang akan diterbitkan secara nasional.
  7. Skala penerapan kurikulum 2013: rencana 30%. 2) sudah dicoba keterbacaan di sekolah terbaik di jakarta (para sekolah user seperti LPI Lazuardi milik Haidar Baqir dan para guru). 3) Pada prinsipnya yg penting isi buku tidak salah konsep: sdh benar dan bisa diterima. 4) ada pembaca independen dan guru (nilai sementara 7-8). 5) di atas langit ada langit? Maka prinsipnya saling koreksi. 5) ada tim wapres yg koreksi buku ini, selain oleh BSNP ini. 6) Hari Rabu 3 April 2013 tim penilai dipertemukan dengan para penulis buku dan tim independen wapres.
  8. Dalam satu bulan akan diterbitkan buku desain kurikulum 2013 oleh kemedikbud agar paradigmanya secara konseptual filosofis dapat difahami masyarakat umum.
  9. Tidak ada kurikulum yg sempurna, yg sempurna hanya di syurga nanti.

DIALOG:

  1. Romo Beny Susatyo (KWI): KI dan KD yg tertulis di buku msh berbeda dg yg disusun tim SI (yang baru tanpa indikator)?
  2. Prof. Rustono (UNNES Smrg):problem kaidah bhs indonesia yg standard dlm draft buku.
  3. Prof. Prayitno (UNP Padang): pentingnya mengintegrasikan ranah berpikir, merasa, bersikap, dan berprilaku untuk kehidupan dalam kurikulum 2013.
  4. DR. dr. Sri budiati (IPB/Biologi): draft buku banyak kekurangan dan tdk singkron antara materi-ilustrasi gambar (problem penulis & ilustrator buku) dalam tekanan deadline waktu?
  5. Pdt.Daniel Nuhamara (UKSW Salatiga): usul nama “pendidikan agama dan budi pekerti” menjadi pendidikan agama berbasi karakter. karena rancu, membawa persepsi agama tanpa budipekerti.
  6. Setyorini (PGSD UNNES Semarang): problematika konsep buku tematik?
  7. Ismail SM (Tim penilai buku PAI IAIN Walisongo Semarang): 1) apa alasan utama menambahkan nama “pendidikan agama” menjadi pendidikan agama & budi pekerti? (bukannya terjadi miskonsepsi?) 2) evaluasi di lapangan “penerapan tematik” di kelas rendah sejak berlakunya permendiknas no.41/2007 tidak efektif. Mengapa Kurikulum 2013 malah diterapkan semua kelas SD/MI? 3) dokumen paradigma kurikulum 2013 minimal kita bisa membaca. (usul agar berhasil dan akselerasi sosialisasi).
  8. Ismunandar (ITB Bandung/IPA): bench marking kurikulum 2013  harusnya disandingkan dengan kurikulum sekolah international?

TANGGAPAN BALIK:

KHOIRUL ANWAR:Membangun sikap melalui semua mapel, bila tdk mampu mewujudkan sikap ya hrs dihapus mapel itu!

SYAWAL GULTOM; Selama ini penilaian blm berbasis kompetensi. Termasuk  Seluruh mapel tunduk/merujuk kompetensi inti. Kelihatan materi di buku terlalu sedikit? Akan habis & selesai dalam satu hari? (bagi yg blm tahu). Jawab: krn buku ajar berbasis kompetensi berciri activity based/ active learning, penilaian dg portofolio. Buku selama ini buku teks bukan buku ajar ! BETULKAH?

MAHSUM:  Komentar tentang buku bahasa indonesia untuk kurikulum 2013; menanggapi kritik masyarakat di media massa.

AMAN WIRAKARTAKUSUMAH: diharapkan buku jadi 9 april dan dicetak sementara terus dikoreksi sekali lagi oleh tim penilai sekitar tanggal 11-13 April 2013, dan akhirnya tanggal 15 april seluruh buku pendukung utama kurikulum 2013 ini siap dicetak secara nasional.[]