PostHeaderIcon BINTEK PEMBELAJARAN TEMATIK GURU KELAS MI SEJAWA TENGAH

Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 dengan fokus pada Pembelajaran Tematik Terpadu. Kegiatan diikuti oleh 80 guru kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari 35 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah. Secara Teknis penyelenggaraan Bintek ini dibagi menjadi dua kelas, yaitu guru kelas I MI 40 orang dan guru kelas 4 MI 40 orang. Kegiatan berlangsung selama lima hari mulai tanggal 7 s.d. 11 Desember 2013 di Hotel Rawa Pening Bandungan. Bertindak sebagai narasumber kegiatan ini adalah para instruktur nasional yaitu: Ismail SM, M.Ag., Hanik Rahmawati, M.Si., Saminanto, M.Sc., dan Abdul Rohim, M.Pd.

Materi Bintek ini pada hari pertama meliputi: Pre tes, perubahan mindset guru untuk pendidikan Indonesia yang lebih maju, Visi-misi Kanwil Kemenag Provinsi Jateng, Rasional dan Elemen perubahan Kurikulum 2013, Strategi Implementasi kurikulum 2013, analisis dan pemetaan SKL, KI dan KD. Pada hari kedua, terdiri dari: Konsep pembelajaran tematik kurikulum 2013, konsep pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik,  konsep penilaian otentik dalam pembelajaran tematik,  Rambu-rambu  penyusunan RPP pembelajaran tematik. Hari ketiga peserta melakukan praktik penyusunan RPP pembelajaran tematik, praktik perancangan pendekatan saintifik pembelajaran tematik, praktik penilaian otentik dalam pembelajaran tematik, dan simulasi praktik pembelajaran tematik di kelas 1 dan kelas 4 MI. Hari keempat, seluruh peserta secara individual melaksanakan praktik peer teaching pembelajaran tematik terpadu.

Pada hari terakhir dilakukan refleksi hasil pelaksanaan peer teaching dan penguatan materi secara evaluasi ketercapaian tujuan Bintek oleh para instruktur nasional implementasi Kurikulum 2013. Kegiatan terakhir adalah perumusan RTL (rencana tindak lanjut) di kabupaten/kota masing-masing dan diakhiri dengan post tes secara penutupan oleh Kasi Kelembagaan Bidang Pendidikan Madrasah, Dra. Hj. Mutmainnah, M.Si. Mewakili instruktur Bintek ini, Ismail SM mengumumkan 10 peserta terbaik dari dua kelas 1 dan kelas 4. Ismail juga melaporkan hasil penilaian sikap, pengetahuan dan ketrampilan peserta selama mengikuti bintek.Dari 80 peserta 79 dinyataka lulus dan 1 orang peserta dinyatakan tidak lulus. []

PostHeaderIcon SELAMAT DATANG BAYI KECIL ADIK ZULFA: KAMI SEMUA BAHAGIA

Alhamdulillah. Ibu Nurlaili Fauziyah melahirkan bayi perempuan dengan selamat, Senin 25 Nopember 2013. Adik zulfa itu lahir di rumah bersalin bidan di Bekasi Jabar.selamat berbahagia ibundanya, ayahandanya, kakanda zulfa, mbah kakung, mbah putri bojonegoro, dan kami semua mendoakan semoga Allah SWT menjadikan anak yang sehat selalu jasmani rohami, cerdas berakhlak mulia dan sholihah. amin.[]

PostHeaderIcon SELAMAT JALAN GURUKU: PROF.DR.H.ACHMADI

INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJI’UN.

ALLOH SWT TELAH BERKEHENDAK AGAR HAMBANYA YANG DICINTAI KEMBALI LAGI KE PANGKUANNYA

PROF.DR.H. ACHMADI, GURUKU ILMU PENDIDIKAN ISLAM SEKALIGUS TEMAN SEJAWATKU DOSEN FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN IAIN WALISONGO SEMARANG. BELIAU MENINGGAL PADA HARI SENIN, 25 NOPEMBER 2013 SEKITAR PUKUL 21.30 DI SALATIGA PADA USIA 71 TAHUN. DIMAKAMKAN DI SALATIGA HARI SELASA, 26 NOPEMBER 2013, PUKUL 11 WIB.

TERIMAKASIH PROFESOR ATAS ILMUNYA YANG BERMANFAAT BAGI KAMI SEMUA. DOA KAMI  SEMOGA ALLOH SWT MENJADIKANMU HAMBA YANG HUSNUL KHOTIMAH WAMIN AHLIL JANNAH.ALLOHUMMAGHFIRLAHU WARHAMHU WA’AFIHI WA’FU’ANHU WAJ’ALILJANNATA MATSWAHU. BIROHMATIKA YA ARHAMARROHIMIN. AMIIN YA MUJIBASSAILIN.[]

MURIDMU,

-ISMAIL-

PostHeaderIcon 10 MUHARRAM 1435 H: KB-TK ISLAM MIFTAHUL JANNAH ADAKAN SANTUNAN YATIM PIYATU

Dalam rangka peringatan 10 MUHARRAM 1435 H: Forum walimurid KB-TK ISLAM MIFTAHUL JANNAH ADAKAN SANTUNAN YATIM PIYATU. Indah Rosani Fadlilah selaku ketua Panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dengan dasar pemikiran sebagai wujud melaksanakan perintah Alloh SWT dan Sunnah Rasulullah SAW.

  1. Firman Allah : “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa yang Ia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Baqarah : 261).
  1. Hadist: Barangsiapa meluaskan (perkara) bagi keluarganya maka Allah akan meluaskan perkara baginya sepanjang tahun (HR Balhaqi). Dari Ibnu Abbas ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram), maka Allah SWT akan memberi kepadanya pahala 10.000 malaikat dan barangsiapa yang berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram), maka akan diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumrah, dan 10.000 pahala orang mati syahid, dan barangsiapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut, maka Allah SWT akan menaikkan dengan setiap rambut satu derajat. Dan barangsiapa yang memberi makan kepada orang-orang yang berbuka pada orang mukmin pada hari Asyura, maka seolah-olah dia  memberi makan pada seluruh umat Rasulullah SAW yang berbuka dan mengenyangkan perut”. (HR. Muttafaq Alaih).

PostHeaderIcon SIAP AHAD 17 NOV 2013: SANTUNAN YATIM PIYATU DAN DLUAFA

Jamaah Studi Islam Ahad Pagi (SIAP) RW 06 Kelurahan Ngaliyan Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan kajian tafsir Al-Quran dan dilanjutkan santunan yatim piyatu dan dluafa. Kegiatan ini berlangsung secara kontinyu setiap pertengahan bulan dan bulan November ini dilaksanakan tepat tanggal 17. Para kaum muslimin-muslimat di lingkungan RW 06 berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini dalam rangka melaksanakan perintah Alloh SWT dalam Surah Al-Maun ayat 1-7. Bantuan untuk yatim piyatu diwujudkan dalam bentuk beasiswa pendidikan setiap bulan. Sedangkan bantuan untuk dluafa diberikan dalam bentuk beras dan mie instan. Demikian dijelaskan Drs. Budiiono selaku Koordinator kegiatan dan Ismail SM mewakili pengurus SIAP. []

PostHeaderIcon ISMAIL DO RESEARCH AND INTERNATIONAL PUBLICATION TRAINING IN AUSTRALIA: HARI KE-11

LAPORAN KEGIATAN HARIAN DI AUSTRALIA

HARI KE-11; Rabu 6 November 2013.

 KEGIATAN;  Jam 6:30 am; Perjalanan pulang ke Semarang indonesia. Board coach for transfer to Brisbane Airport (GA-721 departing 9:45AM to DENPASAR, kemudian dilanjutkan ke Jakarta dan Semarang. Semoga selamat aman nyaman kembali ke pangkuan ibu pertiwi dan bapak bangsa. Pada hari terakhir ini setiap peserta harus menyerahkan laporan kegiatan harian selama 11 hari mulai tanggal 27 Oktober s.d. 6 November 2013. Laporan terdiri dua jenis: 1) laporan harian individu; dan 2) naskah artikel/ proposal riset yang telah direvisi setelah proses supervisi dengan para narasumber/ reviewer masing-masing sesuai bidang kajian. Sampai jumpa lagi di forum akademik ke depan yang lebih menantang kreatifitas dan produktivitas dosen IAIN Walisongo Senarang.

 Lesson learn:

Indahnya kebersamaan dan teamwork yang kuat terbukti menjadi kunci sukses tercapainya tujuan program sesuai dengan rencana. [sm]

 Brisbane, Rabu 6 November 2013

ismail_smg@yahoo.com

PostHeaderIcon ISMAIL DO RESEARCH AND INTERNATIONAL JOURNAL TRAINING IN AUSTRALIA: HARI KE-10

KEGIATAN HARIAN DI AUSTRALIA

HARI KE-10; MONDAY 5, 2013.

 KEGIATAN I; Jam 9:30-11:00 am; Discussion and Program Feedback (Dr Krisantini) Room 331, building 14.

KEGIATAN II: Jam 11:30-12:00 am; Signing letter of intent, Conference Room, Social and Behavioural Science Faculty (Donna Guest, Klaus Grosseholz, Prof Peter Newcombe, IAIN Semarang Rector and delegates).

KEGIATAN III: Jam 12:00-13:30 pm; Closing, Farewell and Certificate Presentation (Lunch provided) Terrace Room (level 6) – Building 14.

NOTE:Group representatives (2-3 people) are most welcome to come to the signing at 11:30-12:00. Please meet at level 2 building 14 at 11:15on the 5th of November 2013.

KEGIATAN IV: jam 04.00 pm; Group discussion with Dr Wendy Green (Education group) Room 331, building 14, Other groups: Free Time.

Lesson learn: Sebagai penulis pemula (karya belum pernah dipublikasikan pd jurnal internatinal) kenali “impact factor of journal” untuk mengukur diri dan mengantisipasi peluang-tantangan saat submit artikel. pertimbangkan level impact factor journal yang sesuai (skala 0-4). [sm]

 Brisbane, hari Selasa 5 November 2013

ismail_smg@yahoo.com

 

PostHeaderIcon ISMAIL DO RESEARCH AND INTERNATIONAL JOURNAL TRAINING IN AUSTRALIA: HARI KE-9

KEGIATAN HARIAN DI AUSTRALIA

HARI KE-9; MONDAY 4, 2013.

 KEGIATAN I; Jam 10:00–11:00 Group discussion with an English teachers at UQ (English lecturers and those who do research in related fields), dengan supervisor Klaus Grosseholz (k.grosseholz@icte.uq.edu.au); Room 517, building 14.

KEGIATAN II: Jam 11:00-12:00 Group discussion with Dr ShirinJamarani (Social Science group).

KEGIATAN III: Presentation: International Research Collaboration, Plagiarism and Intellectual Properties (IP) – supervised by Dr Suzanne Morris. Room 331, building 14.

NOTE: There will be a welcoming lunch for the Rector delegates at 12:00-13:00; group representatives (2-3 people) are most welcome to come. Please meet at level 2 building 14 (near the building main entrance) at noonon the 4th of November 2013.

Lesson learn: Cooperative learning is important to enforce our capasity building as lecturer to produce excellent journal article or project.[sm]

 Brisbane, hari Senin 4 November 2013

ismail_smg@yahoo.com

PostHeaderIcon TABU HIJAB DI PARLEMEN TURKI BERAKHIR

Redaktur : Damanhuri Zuhri
SUMBER BERITA: REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Ferry Kisihandi.
Sumber : ap/reuters

Merve Kavakci berurai air mata. Ia kehilangan keanggotaannya di parlemen Turki. Kewarganegaraannya pun dilucuti.

Semua berawal dari hijab yang ia kenakan. Tahun 1999, ia menghadiri pelantikan anggota parlemen dengan berhijab. Ia mewakil Virtue Party.
Perdana Menteri Bulent Ecevit yang hadir dalam pelantikan, berkata pedas. Ini bukan tempatnya untuk menentang negara. Beri tahu perempuan ini soal batasan yang harus dipatuhi, kata Bulent. Rupanya, serangan verbal terhadap Kavakci tak berhenti di situ.
Setengah anggota parlemen yang dilantik, serentak berdiri. Mereka lantang meneriakkan kata pengusiran kepada Kavakci. Keluar! Keluar, teriak para anggota parlemen itu kepadanya. Tak ingin terjadi kekacauan, Kavakci pun keluar.
Setelah 14 tahun berselang dari peristiwa itu, kini ia tersenyum. Kavakci menyaksikan buah manis reformasi. Ia ikut merasakan kebahagiaan.
Pada Kamis (31/10), empat anggota parlemen Turki melenggang ke gedung wakil rakyat itu dengan hijabnya.

Mereka adalah Sevde Beyazit Kacar, Gulay Samanci, Nurcan Dalbudak, Gonul Bekin Sahkulubey. Keempatnya berasal dari partai berkuasa, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP).
Tak ada cemoohan kepada keempatnya seperti yang pernah dialami Kavakci. Tak ada yang rugi dengan hadirnya anggota parlemen berhijab. Sebaliknya, masyarakatlah yang menang, kata Kavakci seperti dikutip laman berita Todays Zaman, Jumat (1/11).
Langkah Kacar, Samanci, Dalbudak, dan Sahkulubey mengakhiri tabu hijab di parlemen Turki. Mereka memang telah bertekad untuk mengambil inisiatif. Sebuah awalan agar hijab menjadi sesuatu yang lumrah di parlemen.
Kami akan menyaksikan bermulanya era penting dan kami akan menjadi pionir. Selanjutnya kami menjadi standar. Ini sangat penting,” kata Dalbudak, sebelum ia bersama tiga rekannya memasuki gedung parlemen.
Sebelumnya, mereka mengumumkan untuk berhijab setelah menunaikan haji pada Oktober lalu. Mereka sepakat mengenakan hijab ke parlemen karena memang tak ada larangan. Apalagi Turki sekarang mencabut larangan jilbab di institusi negara.
Nazli Ilicak, anggota parlemen dari Virtue Party yang pada 1999 duduk di samping Kavakci, juga menyambut langkah anggota parlemen dari AKP itu. Ia bersyukur peristiwa 1999 tak terulang. Ini perkembangan positif, kata dia.
Ia menambahkan, orang-orang kini sedikit malu dengan kejadian yang pernah menimpa Kavakci. Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Abdullah Gul berterima kasih atas diterimanya anggota parlemen berjilbab.
Ia menghargai sikap positif partai-partai di parlemen. Mereka mendukung berakhirnya larangan jilbab di parlemen. Setiap orang berkontribusi pada proses normalisasi ini. ”Saya ingin berterima kasih kepada mereka,” kata Gul sebelum terbang ke Skotlandia.
Gerak langkah empat anggota parlemen itu merupakan kelanjutan dari reformasi Erdogan. Pada 8 Oktober 2013, ia mencabut larangan jilbab yang sudah berlaku sejak 1925. Saat itu pemimpin Turki Kemal Attaturk melarang pegawai pemerintah berpakaian terkait agama.
Dengan langkah ini, pegawai negeri sekarang bebas berjilbab. Namun, larangan masih berlaku untuk pegawai di pengadilan, kepolisian, dan militer. Namun tak lama lagi, banyak orang meyakini larangan di tempat-tempat itu juga dicabut.
Erdogan menegaskan, berakhirnya larangan jilbab itu menandai usainya masa gelap. Ia memaknainya bahwa Turki kini menuju masa demokratis. Sebab, perempuan memperoleh kebebasan untuk menentukan pakaian yang ingin mereka kenakan.
Lebih penting lagi, Erdogan kini berada di atas angin. Ia telah mampu mengatasi militer yang selama ini dikenal sebagai penjaga sekularisme. Para pengamat menyatakan, berakhirnya larangan jilbab merupakan puncak kemenangan Erdogan atas militer.

 Redaktur : Damanhuri Zuhri
SUMBER BERITA: REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Ferry Kisihandi.
Sumber : ap/reuters

PostHeaderIcon ISMAIL DO RESEARCH AND INTERNATIONAL JOURNAL TRAINING IN AUSTRALIA: HARI KE-8

AUSTRALIA; HARI KE-8, AHAD 3 NOVEMBER 2013

HOLIDAY. HOLIDAY. HOLIDAY…MENIKMATI DAN MENSYUKURI ANUGERAH ILAHI DI ALAM SEMESTA AUSTRALIA. SUBHANALLOH WALHAMDULILLAH ALLOHU AKBAR….

Statistik
Categories
BIOGRAFI SINGKAT

Ismail SM, Dilahirkan di Bojonegoro Jawa Timur tanggal 21 Oktober 1971. Ia adalah pendidik/dosen dengan jabatan Lektor Kepala (IV/b) Ilmu Pendidikan Islam pada Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, pengampu mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam, Metodologi Pembelajaran, dan Microteaching. SM adalah kependekan nama orangtua tercintanya, Sadimo bin Kasirun, ayahandanya (almaghfurlloh; wafat Rabu Pahing, 6 juni 1996) dan Muslichah binti Yadimin bin Nyaman, Ibundanya (almaghfurlloh/ wafat pada hari Senin Pahing, tanggal 13 Februari 2012 Masehi, bertepatan dengan tanggal 20 Robi’ul Awwal 1433 Hijriyah (Allohummaj’alhum wa furu’ahum wa ushulahum min ahli jannatikanna’im ya arhamarrohimin). Ismail kecil melewati kehidupan masa kanak-kanaknya di Dukuh Pilangsari Desa Pilanggede, sebuah kampung kecil di pelosok yang terletak di bantaran sungai dan bengawan Solo di wilayah Utara Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Biasa hidup di lingkungan air dan banjir itulah membuatnya sejak kecil terampil berenang dan mencari ikan serta berani menyeberangi sungai dan bengawan. Pondasi pendidikan masa kecilnya diperoleh melalui lembaga pendidikan informal keluarga yang penuh kehangatan di bawah asuhan ayah-ibunda, dan lima kakandanya; dua laki-laki (kak fathur, kak nur) dan tiga perempuan (mbak um, mbak mut gede, mbak mut cilik). Meski orangtuanya buta huruf (kecuali ngaji Al-Qur’an), tetapi telah mendidiknya mandiri, disiplin dan teladan dalam relijiusitas kehidupan sehari-hari. Ia pertama kali mengenal huruf Al-Qur’an dibimbing oleh ayahnya, lalu dilanjutkan kakaknya. Ayahnya yang sehari-hari bekerja sebagai penjual tempe pikulan (tempe yang dipikul dari rumah ke pasar Sumberrejo-+9km), telah mewariskan jiwa mandiri dengan mengharuskannya terlibat langsung dalam proses mengolah, membuat dan menjual tempe. Ibu dan kakak-kakaknya juga membimbingnya dengan sabar dan kerja keras. Tiap hari selepas menunaikan shalat subuh ia membantu orangtua menjual tempe dengan nyunggi tampah, sejak ia duduk di bangku kelas tiga hingga lulus Madrasah Ibtidaiyah (MI). Bahkan ketika melanjutkan sekolah menengahnya hingga kelas tiga Madrasah Tsanawiyah (MTS), tiap hari ia berangkat dengan membawa tempe dengan sepeda ontel (gowes) kesayanganya sampai pasar, lalu ganti baju seragam menuju sekolah. Pendidikan keluarganya diperkuat dengan pendidikan nonformal tidak jauh dari rumahnya yang berlangsung alami berpusat di “Langgar” (mushola) di dukuh Pilangsari yang sekaligus sebagai ‘markaz’ istirahat malam sepanjang tahun bersama para sahabat kecilnya. Di langgar yang beralas gedhex pring (anyam bambu) dan bercahayakan dilah ublik (lampu minyak tanah) itulah ia menikmati dinamika pendidikan Islami seratus prosen gratis di bawah asuhan Kyai langgar yang istiqomah tanpa pamrih (Kyai Hasanuddin, Ust. Abd. Syahad, Kakak Fathurrohman, dan Ustad Sun’an) dengan kurikulum utama mengaji Al-Qur’an (membaca tartil, ilmu tajwid, qiro’ah lagu), Fasholatan, pembiasaan shalat jama’ah (maghrib, isya’, subuh), zikir/ wirid ba’da shalat, shalawatan al-barzanji/addiba’i, dan mujahadah usbu’iyyah. Di samping kegiatan rutin itu, ia suka mengisi waktu liburan bulan puasa Ramadlan bersama kakak dan teman sekampungnya untuk ngaji kitab kuning sistem bandongan (tauhid, fiqih) di beberapa majlis ilmu di Balen dan Kapas.
Ismail kecil mengenyam pendidikan formalnya diawali dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Khoiriyah di desa Pilanggede yang berlokasi sekitar 400 meter dari rumahnya. Bersama sebelas teman sekelasnya ia lulus pada tahun 1982 di bawah bimbingan guru-gurunya yang tulus-ikhlas sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yaitu: Pak Kyai Yusuf-alm, Pak Bajuri-alm, Pak Ichsanudin, Pak Solichin, Pak Bashiron, Pak Sutaji, Bu Nai’mah, Bu Istichoroh, jazahumulloh ahsanal jaza’. Kemudian ia melanjutkan jenjang pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Islamiyah yang terintegrasi dengan Madrasah Aliyah (Kelas 1-6), sebuah lembaga pendidikan Islam berbasis Pondok Pesantren At-Tanwir (kombinasi sistem kurikulum pesantren salafiyah--KMI Gontor--Kementerian Agama) terletak di desa Talun Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro yang memiliki lebih dari tigaribu murid/santri. Dipercaya dua tahun sebagai pengurus dan ketua PPM (Persatuan Pelajar Madrasah) sejenis OSIS menempanya menjadi pelajar aktivis tangguh berorganisasi. Pada saat yang sama, selain menempuh pendidikan formalnya, ia juga memaksimalkan kesempatan mengenyam pendidikan nonformal di Pondok Pesantren At-Tanwir di bawah asuhan para Kyai di antaranya: Syaikh KH. Muhammad Sholeh, KH. Sahal Sholeh, KH. Hammam Munaji, KH. Aly Chumaidy Sahal, Ustad Fuad Sahal, Ustad Harsono dan para Asatid lainnya yang sangat berkarisma dan ikhlas dalam menanamkan al-akhlaq al-karimah. Pada tahun 1986, Ia juga berkesempatan mengaji dan menghatamkan beberapa kitab kuning (fiqih, tafsir, tasawuf) di bawah asuhan langsung Romo Kyai Haji Abdulloh Faqih dan Romo Kyai Haji Ahmad Marzuqi, Pondok Pesantren Salafiyah Langitan Widang Tuban Jawa Timur (Allahummaj’alhum min ahli jannatikanna’im,amiin).
Setelah lulus dengan dua ijazah sekaligus yaitu Madrasah Aliyah dan Madrasah Mu’allimin dengan niat kuat dan restu orangtua, guru serta dukungan kakak-kakaknya ia berangkat dari Bojonegoro ke Kota Semarang (-+210km) dengan bekal seadanya (hasil jual sekeping hiasan emas orangtuanya) untuk melanjutkan belajar, tolabul’ilmi menempuh program sarjana (S1) di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo. Semasa belajar ia selalu berupaya memanfaatkan waktu di luar kuliah untuk kegiatan yang bermanfaat, baik organisasi di kampus maupun di lingkungan masyarakat sekitar kampus, yang secara nyata memberi banyak hikmah untuk mendewasakan diri dalam berbagai aspek kehidupan yang positif. Untuk menjaga keberlangsungan studi dan memenuhi keperluan hidupnya di Semarang, selain dibantu kakak-kakaknya, dengan gigih ia membuka layanan “biro jasa terjemah dua bahasa Arab-Inggris” dan “biro ketik manual” di rumah kostnya, IHDINA (1989-1992). Panggilan jiwa dan kecintaannya di dunia pendidikan telah tertanam sejak mahasiswa yang dibuktikan dengan peran aktifnya sebagai guru ngaji setiap malam (1988-1992). Ia bersama-sama masyarakat juga merintis berdirinya tiga TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) di tempat yang berbeda, sekaligus ia menjadi guru TPQ itu sebelum lulus kuliah, yaitu TPQ Nurul Huda Purwoyoso Kota Semarang, TPQ Al-Ikhlas Ngaglik Gajahmungkur Kota Semarang, dan TPQ Mushola Darunni’mah Polseksta Ungaran Kabupaten Semarang. Karena kesungguhannya pula, semasa kuliah dia memperoleh prestasi akademik yang baik sekali, sehingga meraih beasiswa dari Yayasan Super Semar. Setelah lulus sarjana tahun 1995, ia bertekad mengabdikan diri sebagai pendidik yang bermanfaat di mana saja berada. Pada tahun 1996 ia diterima menjadi guru di Negara Brunei Darussalam, tetapi sebelum pekerjaan itu dilakoninya, ia memperoleh surat panggilan dari Kementerian Agama RI untuk mengikuti pendidikan dosen di Jakarta.
Jenjang karir akademiknya dimulai dari mengikuti program pembibitan dosen se-Indonesia angkatan IX oleh Kementerian Agama RI di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1996-1997), kemudian ia ditugaskan menjadi dosen di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo yang juga almamaternya (SK CPNS per 1 Maret 1997). Dalam usaha meningkatkan kapasitas diri, Ia selalu meluangkan waktu untuk berguru kepada siapa saja dan mengikuti berbagai pelatihan dalam berbagai bidang. Sejak 1997, Ia memperoleh tugas mengampu mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam, Metodologi Pembelajaran, dan Microteaching. Ia juga cukup lama mengampu matakuliah English for Islamic Studies. Ia memperoleh beasiswa studi jenjang S2 di Pascasarjana IAIN Walisongo Semarang pada konsentrasi Pendidikan Islam dan lulus tahun 2002. Sejak 2011 ia menempuh studi program doktor Ilmu Pendidikan konsentrasi Metodologi/Teknologi Pembelajaran di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Mengawal tugas sebagai dosen IAIN Walisongo (1997), ia aktif mengelola penerbitan Jurnal Ilmiyah Fakultas Tarbiyah, mulai saat jurnal tersebut bernama Media: Jurnal Pendidikan Islam, ia menjadi redaktur pelaksana, kemudian pada tahun 2002 berubah menjadi Jurnal Pendidikan Islami, ia menjadi Pimpinan Redaksi. Ketika 2007 jurnal tersebut berganti nama Nadwa: Jurnal Pendidikan Islami, ia masih aktif sebagai anggota dewan redaksi. Disamping itu, sejak tahun 2008 sampai sekarang ia mendapatkan tugas rektor sebagai pengelola Walisongo Press, Lembaga Penerbitan buku ilmiah dosen IAIN Walisongo.
Tugas tambahan/jabatan yang pernah diemban antara lain: Ketua Jurusan Kependidikan Islam (KI) di Fakultas Tarbiyah (2007-2011), setelah sebelumnya menjadi Sekretaris Jurusan KI (2003-2007). Sebelum aktif di Jurusan, ia memperoleh tugas sebagai Sekretaris Laboratorium Microteaching (2000-2002). Sejak Tahun 2007 hingga 2010, ia juga mendapat tugas Rektor dan Dekan/Ketua LPTK sebagai Sekretaris Panitia Sertifikasi Guru dalam jabatan, LPTK Rayon 6 IAIN Walisongo, yang bertanggung jawab menyelenggarakan sertifikasi guru kelas RA/MI, guru PAI dan Bahasa Arab (Madrasah/Sekolah), dan Pengawas PAI di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Dalam waktu yang sama Tahun 2009-2011, ia ditugasi rektor IAIN Walisongo sebagai UCP (University Contact Person) yang bertanggungjawab mengkordinir aktivitas kerjasama dengan DBE-2 USAID (lembaga donor dari rakyat Amerika dalam peningkatan kualitas pembelajaran di Indonesia mulai tahun 2006). Ia juga ditugasi sekaligus sebagai pengurus KPTIP (Konsorsium Perguruan Tinggi Indonesia – Pittsburgh Amerika) yang dibentuk tahun 2007. KPTIP menyelenggarakan consortium meeting dua kali setahun, dan sejak 2011 setahun sekali setelah USAID mengakhiri program. Mulai September 2012 (launching dan MOU Rektor IAIN di Jakarta tanggal 3 Oktober 2012), IAIN Walisongo ditunjuk menjadi mitra USAID dalam program PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation and Reaching Indonesia’s Teachers, Administrators and Students—mengutamakan pembaruan, inovasi dan kesempatan bagi guru, tenaga kependidikan, dan siswa). Pada program PRIORITAS ini, ia masih diminta rektor melanjutkan tugas sebagai UCP untuk memperkuat tugas Pembantu Rektor-4, urusan kerjasama.
Disamping tugas di kampus, sejak Tahun 2007 hingga sekarang (2012) ia terpilih--melalui seleksi khusus sebagai asessor akreditasi SMA/MA BAP-S/M Provinsi Jawa Tengah. Tahun 2011 (Maret-Desember), atas ijin dan rekomendasi Rektor IAIN Walisongo, ia memperoleh amanah sebagai Tim Ahli Kurikulum PAI SD/SMP/SMA/SMK BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) Jakarta. Pada bulan Juni s.d. Juli 2012, ia mendapatkan tugas dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan (PUSKURBUK) Balitbang Kemendikbud RI menjadi Tim Review dan penyempurnaan kurikulum PAI SD/SMP/SMA/SMK.
Selain menjalankan tugas profesional sebagai Dosen Fakultas Tarbiyah, hingga sekarang ia masih aktif menjadi pembina di berbagai lembaga kemahasiswaan di lingkungan IAIN Walisongo, seperti Pembina Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Edukasi Fakultas Tarbiyah, Lembaga Studi Bahasa (LSB) UKM-BEM Fakultas Tarbiyah, Pembina Walisongo English Club (WEC), Pembina Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kependidikan Islam. Pada periode 2000-2003 ia ditugasi rektor menjadi Pembina Pusat Pembinaan Sumber Daya Mahasiswa (PPSDM)--Asrama Mahasiswa IAIN Walisongo Semarang.
Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, ia juga terlibat aktif kegiatan di luar kampus berikut. Tahun 2003-2008, ia aktif sebagai Pengurus Pimpinan Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama’ (PW LP Ma’arif NU) Jawa Tengah pada divisi Penelitian dan Pengembangan. Pada periode sebelumnya (1999-2003), ia juga telah aktif sebagai pengurus Bidang Pendidikan Tinggi di lembaga yang sama. Pada periode Tahun 2006-2010, lalu periode 2010-2014, ia menjadi pengurus MUI (Majlis Ulama’ Indonesia) Kota Semarang. Pada kegiatan organisasi mahasiswa ekstra kampus, hingga sekarang ia masih aktif sebagai Pembina PMII (Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia) IAIN Walisongo. Ia juga aktif sebagai pengurus LSIS (Lembaga Studi Islam & Sosial) sejak 1997. Selain itu, sejak 26 September 2004, bersama-sama jama’ah masjid di lingkungan RW 06 Perum Karonsih Selatan Ngaliyan Semarang, ia merintis berdirinya Majlis Ta’lim bernama SIAP (Studi Islam Ahad Pagi). Majlis Ta’lim ini secara rutin menghadirkan kajian Islam tematik meliputi: Tafsir Al-Qur’an, As-Sunnah/Al-Hadis, Aqidah/Tauhid Islam, Fiqih Islam, Sirah Nabawiyah, Pendidikan Islam, dan tema kontekstual lainnya. Majlis ta’lim yang berlangsung setiap Ahad pagi, jam 07.00-08.00 ini juga melakukan aksi sosial setiap tengah bulan berupa santunan yatim piatu dan fakir miskin sebagai wujud pengamalan perintah Al-Qur’an Surat Al-Ma’un.
Berbagai kegiatan ilmiah, baik skala lokal, nasional maupun internasional sering ia ikuti, seperti TOT (Training of Trainer) Instruktur “Manajemen Efektif dan Strategi Pembelajaran Aktif” (246 jam) bagi Dosen PTAIN se-Indonesia Angkatan II (CDIE UIN Yogyakarta kerjasama dengan Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam Depag RI.;Jogjakarta, 2004). Kemudian “Training Module Development Team (MDT) DBE-2: Manajemen Pengelolaan Kelas dan Personil Sekolah”, Program Kerjasama Depdiknas RI & USAID Amerika (Bandung, 11-16 Juni 2006). Juga mengikuti “National One Day (Regional English Language Office, U.S Embassy kerjasama Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo, 2005). Sedangkan beberapa kegiatan internasional yang ia ikuti antara lain: International Conference of TEFLIN (The Association Of Teachers Of English As A Foreign Language In Indonesia) (Bandung, Hotel Panghegar; 21-23 October 2003). Peserta aktif The International Conference on Religius Harmony:Problem, Practice, And Education (Forum kerukunan umat Eropa-IHAR bekerja sama dengan IAIN Walisongo dan UIN Jogjakarta). Selain itu, menjadi Panitia pelaksana dan peserta “The International Workshop on differentiated evaluation in education” Kerjasama DBE2 – KPTIP- IAIN Walisongo Semarang-FSU USA (Hotel Puri Garden Semarang, 22-23 Juli 2009); juga peseta “The International workshop on Collaborative action research in education” Kerjasama DBE2-USAID-UT Jakarta - Florida State University (FSU); (Wisma UT Jakarta, 3-4 Desember 2009). Ia juga peserta aktif “The International Workshop on “Labschool and Management in Higher Education” Kerjasama KPTIP – Pitsburgh University USA-UM Malang; (Hotel Malang, 9-12 Des 2009). Kemudian “The International Workshop on “Building and Managing Labschool in Higher Education” Kerjasama KPTIP – Pitsburgh University USA-UNS Surakarta; (Maret 2010); University Working Group & International Workshop (UNM Makasar, Juli 2010); University Working Group & International Workshop (UNCEN Jaya Pura, Papua, Des 2010); University Working Group & International Workshop (UNNES Semarang, Juli 2011); University Working Group & International Workshop (UNIMED Medan, Juli 2012) Penyelenggara kerjasama KPTIP- FSU USA-UMESS dan Universitas Negeri Medan (UNIMED), Hotel Angkasa Medan, Juli 2012; Workshop Penulisan Jurnal International, Penyelenggara UNS Surakarta kerjasama dengan UTM Malaysia, Tanggal 18 September 2012; Workshop Nasional Adaptasi Early Grades Reading Assessment (EGRA) /Assesor EGRA, Penyelenggara USAID PRIORITAS, Lembaga Donor Bantuan Pendidikan USA Kerjasama dengan Pemerintah RI, Hotel Sultan Jakarta dan Hotel Krakatau Steel Cilegon, 24-29 September 2012; International Seminar on Instructional Strategy and ICT for Higher Education”, Pascasarjana UNS Surakarta: Hotel Sahid Jaya Solo, 8 Desember 2012.
Sebagai bagian tak terpisahkan dari melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, ia selalu menyempatkan diri untuk melakukan kegiatan penelitian, baik secara individual maupun kelompok, di tingkat regional maupun nasional. Sejak tahun 1995an ia telah melaksanakan berbagai penelitian. Beberapa topik penelitian dapat disebutkan di sini antara lain: “Problematika Penelitian Skripsi Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang” (Kolektif, 2006). “Studi Tentang Peningkatan Mutu Akademik Melalui Implementasi Strategi Pembelajaran Aktif bagi Dosen Muda IAIN Walisongo Semarang” (Individu, 2007). “Respons dan Kesiapan Guru Madrasah dalam Pelaksanaan Sertifikasi Guru di Kota Semarang” (Kolektif, 2007). “Studi Pengembangan Mahasiswa Jurusan Kependidikan Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Berdasar Evaluasi Keterserapan Alumni Dalam Dunia Kerja” (Kolektif, 2008). “Implementasi Model Problem Based Learning, Studi Tindakan Kelas Perkuliahan Mahasiswa Jurusan KI Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang” (Kolektif, 2009), “Manajemen Pencitraan dalam Sistem Manajemen Mutu Terpadu pada Madrasah Unggulan Nasional (Studi di MAN Insan Cendekia Serpong)” [Individu,2010], ”Respon Sekolah Latihan Terhadap Kompetensi Mahasiswa Jurusan KI (Kependidikan Islam) Fakultas Tarbiyah (Studi atas Pelaksanaan PPL Jurusan KI Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Tahun Akademik Semeter Genap 2009/2010)” [Kolektif, 2010], ”Manajemen Penjaminan Mutu Pendidikan Madrasah Aliyah Melalui Akreditasi (Studi Kebijakan Tentang Pelaksanaan Akreditasi Madrasah Aliyah Oleh BAP-S/M Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008-2009)” [Individu, 2010]. Kompetensi guru pendidikan agama islam Pasca lulus sertifikasi guru (studi kasus guru pai bersertifikat pendidik Di provinsi jawa tengah) [Kompetitif Kelompok, Ditjen Diktis; 2010].Evaluasi Pelaksanaan Program Rintisan PPJJ-Pengembangan Pendidikan Jarak Jauh Untuk Mengetahui Kesiapan IAIN Walisongo Menuju Pembelajaran Online (Kerjasama DBE2 USAID dengan IAIN Walisongo Semarang) [Kolektif, 2011); Manajemen Sekolah Laboratorium Berbasis Perguruan Tinggi (Studi Analisis, Context, input, Process, Product) Terhadap Pengelolaan Labschool di Universitas Negeri Malang) [Kolektif, 2011]; Pemberdayaan PAUD Islam Berbasis Masjid di Kota Semarang [Individu, 2012].
Mulai tahun 1999, ia lumayan produktif dalam menghasilkan karya ilmah berupa buku, terjemah dan editing buku. Sedikitnya ada 16 buku yang telah dipublikasikan nasional, baik sendiri maupun kolektif. Beberapa judul buku karyanya antara lain: Strategi Pembelajaran PAI berbasis PAIKEM: Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (Penerbit Rasail, Semarang, 2008); Rekonstruksi Pendidikan Islam Syed Muhammad Naquib Al-Attas (Penerbit Rasail, Semarang, 2008); Reformasi Pesantren (Penerbit Rasail, Semarang, 2009); Microteaching, (Penerbit Rasail, Semarang, 2009); Buku yang paling banyak dicari guru/pendidik, best seller di pasaran adalah Strategi Pembelajaran PAI berbasis PAIKEM. Buku yang diterbitkan oleh Rasail dan LSIS Semarang sejak tahun 2008 ini dirasakan sangat bermanfaat bagi guru dan menjadi referensi di Fakultas Tarbiyah/Keguruan PTAIN/PTAIS se Indonesia. Hingga tahun 2012 telah dicetak 16 edisi. Beberapa buku hasil editing dan terrjemahnya juga telah diterbitkan, diantaranya buku Ideologi Pendidikan Islam karya Prof. DR. H. Achmadi (Pustaka Pelajar, Yogyakarta); buku Psikologi Pendidikan karya Drs. H. Mustaqim, M.Pd, (Pustaka Pelajar, Yogyakarta); buku Jihad Damai Ala Pesantren karya Professor R. Lukkens Bull (Gama Media, Yogyakarta); dan buku Para Arsitek Pesantren, karya Professor Abd.Rachman Mas’ud (LKIS, Yogyakarta); Dinamika Pesantren dan Madrasah (Pustaka Pelajar, Yogyakarta); Paradigma Pendidikan Islam (Pustaka Pelajar, Yogyakarta); dan lain sebagainya. Baginya menulis merupakan bagian dari amal jariyah.
Selama menjadi dosen IAIN Walisongo, ia banyak terlibat menjadi narasumber/fasilitator/trainer dalam berbagai kegiatan akademik kampus maupun kemasyarakatan di berbagai forum pada skala lokal, regional dan nasional dalam rangka pemberdayaan pendidikan Islam. Pada 5 (lima) tahun terakhir, bersama tim teaching, ia lebih concern dan getol menyebarkan ‘virus’ positif PAIKEM --pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan-- (active learning/ contextual teaching-learning); sebuah strategi pembelajaran yang hingga saat ini secara massif dikembangkan oleh para guru dan dosen sebagai upaya peningkatan mutu pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan. Terhitung sejak tahun 2005 ia telah melayani lebih dari 40 kali pelatihan active learning bagi guru dan dosen muda (ALIHE-Active Learning in Higher Education), baik di institusi pendidikan negeri maupun swasta di Jawa Tengah. Penghargaan yang mengesankan pernah ia terima dari Direktur DBE2-USAID (Decentralized Basic Education), sebuah lembaga donor asing dari Rakyat Amerika atas dedikasi dan partisipasi aktif sebagai tim penulis modul Manajemen Pengelolaan Kelas dan Personel Sekolah, pelatih dan pendamping Sekolah/ Madrasah binaan DBE2-USAID bekerjasama Dinas Pendidikan di beberapa Kabupaten di Jawa Tengah (2006-2008).
Dalam kehidupan keluarganya, Ia menikah dengan wanita solihah yang disuntingnya bernama Indah Rosani Fadlillah binti Drs. H. Tauhid Anwar – Siti Chusainiyah, dari desa Ngumpakdalem Dander Bojonegoro Jawa Timur (2002). Dalam pernikahannya, ia telah dikaruniai tiga anak yang shalih-briliyan nan membahagiakan biduk rumahtangganya yaitu: pertama, bernama Ahmad Rifqy Haidarullah Ismail (QQ-lahir 9 April 2003); kedua, Aqila Ahmad Syauqy Ismail (UQY- lahir 10 April 2005); dan ketiga, Fauzana Ahmad El-Faroby Ismail (OBY-lahir 1 Januari 2009). Dengan pijakan nasihat Rasulullah SAW. “Baiti Jannati” ia mengarungi indahnya bahtera rumah tangga dengan selalu berdo’a dan berikhtiar nyata menyongsong ridlo Allah, Zat Yang Maha Tak Terbatas.
Motto yang menginspirasi dalam keseharian hidupnya: “Menjadi Pendidik Mukmin-Muhsin-Mukhlis Merupakan Jihad fi Sabilillah dan Investor Dunia-Akhirat”. Pesan visionernya: “Think Globally, Act Locally, and Change Personally Based on The Holy Qur’an and As-Sunnah”. Akhirulkalam, dengan terbuka ia mengundang semua pembaca yang budiman untuk bersillaturrohim dan berbagi melalui face to face atau melalui e-mail: ismail_smg@yahoo.com dan atau mengajak mengunjungi blog pribadinya: ismails3ip. Robbi zidni ilma[].

Sponsors